Masih Wacana, Biaya Naik Haji Skema ''War Ticket'' Lebih Mahal Dibanding Jalur Antrean
- Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzhar Simanjuntak mengungkap jika biaya naik haji skema war ticket lebih mahal dibanding jalur antrean.
Jika jemaah mendapatkan skema ini maka diwajibkan langsung bayar penuh.
"Misalnya ditetapkan Rp ?200 juta per orang, maka itu menjadi biaya yang dibayar penuh oleh jamaah yang memilih skema ini (war ticket)," ujar Dahnil dikutip dari Kompas.com, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: BPKH Salurkan Rp 12,92 Triliun Dana Haji 2026, Capai 70,95 Persen
Tapi bila jemaah memilih jalur antrean (haji reguler) dengan masa tunggu sampai 26 tahun, maka mendapatkan subsidi dan manfaat dari pengelolaan dana haji.
Sementara, skema war ticket tak akan memperoleh nilai manfaat seperti halnya haji reguler.
"Semua dibayar penuh oleh jemaah, tanpa nilai manfaat seperti pada skema reguler," katanya.
Baca juga: Uang Saku Haji 2026 Cair, Jemaah Terima 750 Riyal per Orang
Skema war ticket haji bukan bersumber dari kuota haji reguler.
Sehingga tak akan memotong kuota haji reguler yang disediakan oleh pemerintah Arab Saudi.
Dahnil menjelaskan jika skema war ticket masih wacana dan tak diterapkan pada keberangkatan haji tahun 2026.
"(War Ticket) itu bukan kebijakan tahun ini, jadi jangan salah. Itu bukan kebijakan tahun ini, itu adalah wacana kita," jelasnya.
Baca juga: Arab Saudi Tak Terbitkan Visa, Tahun 2026 Tak Ada Haji Furoda
Visa haji furoda tak terbit
Pemerintah Arab Saudi memutuskan pada tahun 2026 cuma mengeluarkan visa haji reguler, tak ada visa haji furoda.
"Enggak ada, jadi tahun ini Arab Saudi tidak mengeluarkan visa haji furoda. Jadi, yang jelas visa yang legal itu namanya visa haji," kata Dahnil.
Dahnil berpesan kepada seluruh masyarakat yang berminat melakukan ibadah haji melalui jalur furoda agar tak tertipu dengan iming-iming berangkat tahun 2026.
Baca juga: Komitmen Prabowo Lindungi Rakyat Paling Bawah dengan Turunkan Ongkos Naik Haji
Karena masa tunggu haji khusus saja sudah 6 tahun bila mendaftar 2026 maka kemungkinan berangkat pada 2032.
"Haji itu pasti ngantre dalam konteks kita hari ini, itu haji pasti ngantre. Paling lama sekarang 26, kalau dulu kan ada yang 49, 48, sekarang tuh 26 tahun. Kalau haji khusus itu paling lama sekitar 6 tahun," jelasnya.
Baca juga: Disubsidi, Beras Ekspor untuk Jemaah Haji Rp 16.000 Per Kilo
Artikel ini pernah tayang di Kompas.com "Arab Saudi Tak Terbitkan Visa, Tahun 2026 Tak Ada Haji Furoda" dan "Wacana “War Ticket” Haji, Wamemenhaj Jelaskan Skemanya: Tanpa Antrean, Jemaah Bayar Penuh"
Tag: #masih #wacana #biaya #naik #haji #skema #ticket #lebih #mahal #dibanding #jalur #antrean