Mitigasi El Nino 2026, Kementerian PU Isi Penuh Bendungan Gajah Mungkur
- Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuat mitigasi guna menghadapi potensi musim kemarau berkepanjangan akibat El Nino.
Kemen PU mulai mengisi air bendungan waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, hingga ke batas maksimal.
Tujuannya agar bisa mengairi sawah di bawahnya meski hujan tak datang hingga bulan Oktober 2026.
Baca juga: Bulog Yakin RI Tetap Swasembada Beras Meski Ada El Nino
"Kalau penuh, dia bisa melayani sawah di bawahnya tanpa hujan sedikit pun sampai dengan bulan Oktober 2026," jelas Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ketika berkunjung ke waduk Gajah Mungkur dikutip dari Kompas.com, Jumat (10/4/2026)
Dody mengungkap jika pemerintah jauh hari sudah menyiapkan langkah mitigasi.
Baca juga: Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Gelontorkan Rp 4 Triliun untuk Pompanisasi
Tentu, bukan hanya waduk Gajah Mungkur saja, bendungan lain di Indonesia juga melakukan usaha yang sama.
"Kalau masalah mitigasi terhadap bencana El Nino itu sebenarnya sudah kita mulai. Sekarang semua bendungan sedang diusahakan dibikin penuh," jelasnya.
Baca juga: Amran Sebut Pemerintah Siap Hadapi El Nino, Stok Pangan Banyak
Modifikasi cuaca
Selain mengisi penuh bendungan, pemerintah mempersiapkan langkah lain bila hujan tak datang setelah Oktober 2026.
Modifikasi cuaca menjadi alternatif lain untuk mengurangi dampak El Nino.
Sasaran modifikasi cuaca untuk menghujani hulu-hulu bendungan agar air terisi kembali.
Baca juga: Mentan Amran: Kami Sudah Pengalaman Mengelola El Nino...
"Kalau misalnya setelah Oktober, kita harus pakai cara lain, cara lain itu adalah melakukan operasi modifikasi cuaca menghujani hulu-hulu daripada bendungan itu," jelasnya.
Pembangunan infrastruktur dam di berbagai lokasi yang diprediksi terdampak El Nino juga dikebut.
Tujuannya untuk mengendalikan air di sejumlah wilayah terdampak.
Baca juga: Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Diperkuat hingga 5 Juta Ton
Swasembada beras jelang El Nino
PT Perum Bulog optimis pihaknya tetap mampu menjaga swasembada beras Indonesia di tengah ancaman kemarau berkepanjangan akibat El Nino 2026.
"Dengan stok beras yang kuat ini, kami optimistis dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagaimana yang dicanangkan pemerintah," jelas Direktur Utama PT Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Hadapi El Nino Godzilla, Amran Sebut Stok Beras Cukup 15 Bulan
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diketahui mencapai 4,6 juta ton. Itu belum ditambah stok beras di hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Lalu, di lahan pertanian juga masih tersedia.
Kalkulasi Bulog menunjukkan stok beras mencukupi kebutuhan 11 bulan ke depan.
"Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 11 bulan ke depan. El Nino diperkirakan enam bulan, jadi insya Allah pangan kita aman," ujar Rizal.
Baca juga: 2027 Diprediksi Ada El Nino, Pemerintah Kebut Cetak Sawah
Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Strategi Pemerintah Lawan El Nino, Isi Penuh Bendungan hingga Oktober 2026" dan "Bulog Yakin RI Tetap Swasembada Beras Meski Ada El Nino"
Tag: #mitigasi #nino #2026 #kementerian #penuh #bendungan #gajah #mungkur