Defisit Anggaran AS Maret 2026 Naik, Tembus Rp 2.802 Triliun
Ilustrasi Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (UNSPLASH/KRISTINA VOLGENAU)
11:12
11 April 2026

Defisit Anggaran AS Maret 2026 Naik, Tembus Rp 2.802 Triliun

– Pemerintah Amerika Serikat (AS) melaporkan defisit anggaran pada Maret 2026 naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (11/4/2024), Departemen Keuangan AS melaporkan, defisit anggaran Maret tercatat sebesar 164 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 2.802 triliun (asumsi kurs Rp 17.089 per dollar AS), meningkat 4 miliar dollar AS atau sekitar 2 persen secara tahunan.

Kenaikan defisit ini antara lain dipicu oleh kebijakan pemotongan pajak baru untuk individu dan korporasi yang mendorong lonjakan pengembalian pajak (refund). Selain itu, pembayaran bantuan kepada petani juga mengalami peningkatan.

Baca juga: Gara-gara Shutdwon, Defisit Anggaran AS Tembus Rp 4.732 Triliun

Namun, data bulanan tersebut belum menunjukkan lonjakan signifikan dari sisi belanja perang terkait konflik dengan Iran.

Pada bulan pertama konflik, pengeluaran militer dan program pertahanan hanya naik sekitar 2 miliar dollar AS atau 3 persen menjadi 65 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 1.111 triliun.

Seorang pejabat Departemen Keuangan AS menyebutkan, sebagian besar belanja perang, seperti pengisian kembali persediaan senjata, baru akan terealisasi pada bulan-bulan berikutnya.

Di sisi lain, penerimaan dari bea masuk (customs duty) tercatat melemah. Hal ini terjadi setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global luas yang sebelumnya diberlakukan Presiden Donald Trump melalui undang-undang darurat.

Baca juga: Efisiensi Anggaran AS: Elon Musk Minta Akses Sistem Pembayaran, Picu Kekhawatiran

Penerimaan bea masuk pada Maret tercatat sebesar 22,2 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 379 triliun, turun dari 26,6 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 455 triliun pada Februari, serta lebih rendah dibandingkan kisaran 30 miliar dollar AS per bulan atau setara sekitar Rp 513 triliun pada akhir tahun lalu.

Meski demikian, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 8,2 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 140 triliun.

Secara keseluruhan, penerimaan negara pada Maret mencapai 385 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 6.579 triliun, naik 17 miliar dollar AS atau 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Antara Bom AS dan Penindasan, Warga Iran Hadapi Dilema

Sementara itu, belanja pemerintah tercatat sebesar 549 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 9.382 triliun, meningkat 21 miliar dollar AS atau 4 persen secara tahunan.

Jika memperhitungkan penyesuaian kalender terkait pembayaran manfaat, defisit Maret diperkirakan mencapai 250 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 4.272 triliun, naik 9 miliar dollar AS (4 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tag:  #defisit #anggaran #maret #2026 #naik #tembus #2802 #triliun

KOMENTAR