Mentan Amran Siap Bawa Inovasi Pakan IPB Ke Presiden Jika Capai Target
- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengaku siap membawa inovasi pakan peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) ke Presiden Prabowo Subianto jika hasilnya mencapai target.
Pernyataan itu Amran sampaikan saat mengunjungi Science Technopark IPB, Bogor, Jawa Barat pada Kamis (9/4/2026).
Ia menyoroti pengembangan ayam unggul berbasis riset sampai percepatan pertumbuhan ayam kampung.
“Kalau ayam kampung bisa dipercepat, misalnya 30–40 hari sudah satu kilogram, itu luar biasa. Ini yang harus kita kejar,” kata Amran dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4/2026).
Baca juga: Mentan Amran Sebut Gula Rafinasi Impor Banjiri Pasar, Tekan Produk Lokal
Amran menegaskan, pihaknya siap mendukung hilirisasi inovasi para peneliti, termasuk menerapkan hasil riset dalam kebijakan skala besar jika terbukti berhasil.
“Kalau bisa capai target, saya siap bawa ke Presiden, kita beli. Jangan ragu. Ini peluang besar,” ujar Amran.
Adapun salah satu inovasi yang menarik perhatian Amran adalah pengembangan pakan ayam berbasis probiotik dan antikoksi.
Pakan yang dibuat peneliti IPB Ivan Taufik Nugraha, itu dirancang lebih efisien, bisa meningkatkan kesehatan, mempercepat pertumbuhan ayam, dan mendongkrak volume produksi.
“Pakannya enggak terlalu banyak, satu bisa meningkatkan kesehatan pencernaannya,” kata Ivan.
Menurut Ivan, ayam yang menggunakan pakan hasil inovasinya bisa menghasilkan telur dengan massa lebih berat. Bobot badan ayam juga meningkat lebih cepat.
“Biasanya bobot telur bisa nambah 20 sampai 30 persen,” ujar Ivan.
Tidak hanya itu, pakan tersebut juga dirancang untuk mencegah penyakit pada ayam dengan membuat pakan sekaligus sebagai antitoksin.
Dalam budidaya ayan, kata dia, salah satu persoalan yang dihadapi peternak adalah serangan penyakit koksidiosis.
Baca juga: Harga Ayam Hidup Anjlok, Mentan Akan Cek dan Panggil Produsen Pakan
Penyakit itu memicu diare parah hingga bisa membuat kematian massal satu kandang ayam.
“Koksidiosis itu menyebabkan diare parah dan bisa menyebabkan kematian cukup tinggi, serta menyebar dalam satu kandang. Dengan adanya antikoksin ini, kesehatan ayam bisa meningkat,” jelas Ivan.
Inovasi pakan itu juga diarahkan mempercepat pertumbuhan ayam kampung yang diketahui lebih lambat daripada ayam ras.
Ia yakin, dengan nutrisi yang tepat pertumbuhan ayam kampung bisa dipacu.
“Harapannya ayam kampung bisa meningkatkan bobot badannya lebih cepat. Jadi seperti yang Pak Menteri bilang, dalam 40 harian bisa mencapai satu kilogram,” kata Ivan.
Baca juga: Rahmat Pambudy Soal Buku Ginandjar Kartasasmita, “Dia Meletakkan Dasar Hilirisasi dan Wirausaha”
Sebagaimana diketahui, pemerintah sedang menggencarkan hilirisasi pada sektor pangan.
Melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, pemerintah hendak membangun pabrik day old chick (DOC), vaksin, dan pakan.
Untuk mewujudkan proyek yang terintegrasi ini, pemerintah menggelontorkan dana Rp 20 triliun.
Menurut Amran, melalui pabrik tersebut pemerintah bisa mengintervensi industri peternakan ayam yang kini didominasi dua perusahaan besar.
“Pemerintah di hulu sebagai stabilisator,” kata Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Tag: #mentan #amran #siap #bawa #inovasi #pakan #presiden #jika #capai #target