Harga Plastik Melonjak, Laba UMKM Turun sampai 25 Persen
Pedagang beras Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Timan (45), sedang melayani pembeli di kiosnya, Jumat (10/4/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
15:36
10 April 2026

Harga Plastik Melonjak, Laba UMKM Turun sampai 25 Persen

- Lonjakan harga plastik selama sebulan terakhir menekan keuntungan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Penurunan laba tercatat berkisar 16 sampai 25 persen.

Pedagang beras di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Timan mengaku sudah menghadapi kenaikan sejak 10 hari sebelum Idul Fitri.

“Waduh luar biasa kenaikannya,” keluh Timan saat ditemui di kiosnya, Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Pedagang Keluhkan Harga Plastik Mahal: Naik Setiap Hari

Timan biasa memakai berbagai ukuran plastik untuk melayani pembeli beras kiloan. Kenaikan harga terjadi di hampir semua jenis.

Harga plastik yang semula Rp 65.000 per ikat kini melonjak menjadi Rp 135.000. Kenaikan mencapai sekitar 100 persen.

Tekanan biaya tidak diikuti kenaikan harga jual beras. Harga tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi.

“Ya kita ya ngurangin keuntungan sama nambah modal akhirnya,” ujar Timan.

Harga karung beras juga ikut naik. Karung ukuran 10 kilogram dan 20 kilogram bertambah Rp 1.000 per lembar.

Timan menghitung penurunan laba mencapai sekitar 16,6 persen. Margin tergerus untuk menutup kenaikan biaya plastik.

“Keuntungannya yang seharusnya sekarung ibaratnya (laba) Rp 30 ribu, ya dikurangi Rp 5 ribu buat nambah ongkos itu, plastik itu,” kata dia.

“Tinggal kaliin saja,” tambahnya.

Baca juga: Menteri Maman: Rumput Laut dan Singkong Bisa Jadi Bahan Plastik

Tekanan serupa dirasakan pedagang kecil. Penjual pukis di lokasi yang sama, Sata, juga menghadapi lonjakan harga kemasan.

Harga plastik ukuran sedang naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 12.000 per pack. Harga mika ikut naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 25.000.

Sata memilih menahan harga jual tetap Rp 10.000 per bungkus. Ia khawatir pembeli berkurang jika harga dinaikkan.

“Masalahnya gimana ya, kalau dinaikin orang pada protes, enggak pada beli, enggak jadi (beli),” tutur Sata.

Pendapatan harian ikut turun. Laba yang sebelumnya Rp 100.000 kini tersisa Rp 75.000.

“Seperempatnya sih, misalnya sehari dapat Rp 100.000 jadi Rp 75.000,” kata dia.

Kondisi ini membuat Sata mengurangi pembelian plastik. Ia tidak lagi membeli dalam jumlah besar.

“Saya mah sekarang ngeteng saja,” ujarnya.

Kenaikan harga plastik dipicu gangguan pasokan bahan baku. Sekitar 70 persen nafta dipasok dari negara Teluk.

Konflik di Asia Barat menutup Selat Hormuz. Distribusi minyak dan produk petrokimia terganggu.

Nafta merupakan bahan baku utama plastik berbasis fosil. Gangguan pasokan mendorong kenaikan harga di pasar domestik.

Pemerintah dan industri mulai mencari sumber baru. Pasokan dialihkan ke negara yang tidak terdampak konflik seperti Afrika dan India.

Tag:  #harga #plastik #melonjak #laba #umkm #turun #sampai #persen

KOMENTAR