Bulog Yakin RI Tetap Swasembada Beras Meski Ada El Nino
Ilustrasi beras Bulog.(KOMPAS.com/ ELSA CATRIANA)
12:04
10 April 2026

Bulog Yakin RI Tetap Swasembada Beras Meski Ada El Nino

 - Perusahaan negara, PT Perum Bulog optimistis Indonesia bisa tetap menjaga swasembada beras meski Indonesia dihadapkan pada fenomena EL Nino Godzilla pada 2026.

Direktur Utama PT Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan saat ini stok beras nasional sangat kuat dan bisa menghadapi tekanan iklim serta gejolak geopolitik.

“Dengan stok beras yang kuat ini, kami optimistis dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagaimana yang dicanangkan pemerintah,” kata Rizal dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).

Rizal mengatakan, saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4,6 juta ton.

Baca juga: Amran: Stok Beras Pemerintah 4,5 Juta Ton, Gudang Bulog Penuh

Ditambah stok beras di hotel, restoran, dan kafe (Horeka) serta standing corp (masih di lahan), bahan makanan pokok itu diproyeksikan bisa mencukupi kebutuhan hingga 11 bulan kedepan.

“Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 11 bulan ke depan. El Nino diperkirakan enam bulan, jadi insya Allah pangan kita aman,” ujar Rizal.

Rizal mengatakan, Bulog berkomitmen stok beras itu didistribusikan secara merata ke seluruh tanah air hingga ke kawasan pelosok.

Bulog terus memaksimalkan strategi pengelolaan CBP dengan meningkatkan volume serapan gabah, pemerataan distribusi, dan memperkuat sistem logistik.

Baca juga: Stok Beras 4,4 Juta Ton, Bulog PeDe Capai Target Serapan 4 Juta Ton

Dengan cara ini, stok beras di berbagai wilayah dipastikan tetap stabil dengan harga yang terkendali meski Indonesia tertekan cuaca panas ekstrem.

Terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, gudang Bulog saat ini sudah tidak lagi cukup menampung beras yang begitu banyak.

Menurut Amran, kapasitas gudang Bulog hanya 3 juta ton namun volume CBP saat ini sudah mencapai 4,6 juta ton.

“Sudah sewa gudang 2 juta ton kapasitasnya,” kata Amran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Pada kesempatan sebelumnya, Amran juga menyatakan pemerintah menggelontorkan dana Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun untuk pompanisasi.

Pemerintah akan mengerahkan 80.000 unit pompa di berbagai daerah untuk mengairi sawah sehingga produksi pertanian tetap berjalan.

Para petani akan mendapatkan fasilitas tersebut secara gratis.

“Ada pompanisasi kita sebar pompa itu kurang lebih Rp 3-Rp 4 triliun kurang lebih 80.000 unit seluruh Indonesia,” tutur Amran.

Adapun pemerintah telah mengumumkan swasembada beras pada awal Januari lalu karena berhasil tidak mengimpor beras sepanjang 2025.

Pengumuman swasembada disampaikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat.

Tag:  #bulog #yakin #tetap #swasembada #beras #meski #nino

KOMENTAR