Taksi Air Bali Dikebut, Waktu Tempuh Bandara–Canggu Dipangkas Jadi 30 Menit
ASDP Indonesia Ferry melakukan peninjauan untuk program taksi air di Jembrana, Bali.(ANTARA/HO-Humas ASDP Indonesia Ferry )
10:40
10 April 2026

Taksi Air Bali Dikebut, Waktu Tempuh Bandara–Canggu Dipangkas Jadi 30 Menit

– Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali melalui pengembangan taksi air (water taxi) dan pembangunan dermaga guna memperkuat konektivitas serta meningkatkan daya tarik wisata.

“Kementerian Perhubungan menyinergikan percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali,” kata Dudy di Jakarta, Kamis (9/4/2026) seperti dikutip dari Antara, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat konektivitas di Provinsi Bali, antara lain pengembangan taksi air serta pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.

Menurut Dudy, taksi air menjadi solusi alternatif untuk mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama di wilayah Badung.

Baca juga: Menhub Dudy Buka-bukaan Penyebab Kemacetan Horor di Gilimanuk Bali Saat Lebaran-Nyepi

Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry tengah menyusun studi detail engineering design (DED). Adapun konstruksi proyek ini direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 hingga Juli 2027.

Layanan taksi air nantinya akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata Canggu. Berdasarkan observasi, perjalanan darat dari bandara ke Canggu saat ini memakan waktu sekitar 1–2 jam.

“Sedangkan menggunakan taksi air diharapkan dapat ditempuh maksimal 30 menit,” ujar Dudy.

Di sisi lain, pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang juga terus disiapkan. Dermaga I direncanakan melayani kapal general cargo dan aspal curah cair dengan penambahan panjang sekitar 92 meter.

Sementara itu, Dermaga II akan dikembangkan sebagai dermaga multipurpose untuk melayani penumpang, general cargo, serta curah kering, dengan tambahan panjang sekitar 60 meter.

Dudy menyebut pengembangan tersebut merupakan hasil evaluasi untuk menghadirkan pelabuhan alternatif, sehingga pergerakan kendaraan tidak bercampur antara kendaraan besar dan kecil.

Sebagai solusi jangka pendek, Kementerian Perhubungan juga meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melakukan pengembangan pelabuhan, khususnya di Ketapang, dengan membuka dermaga baru di Gilimanuk.

Ia menekankan pentingnya penyiapan pelabuhan pasangan untuk menerima kapal dari Ketapang, termasuk penyediaan buffer zone guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan.

“Apalagi tahun depan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri akan berdekatan,” katanya.

Dudy berharap langkah strategis ini segera terealisasi untuk memperkuat konektivitas, mendukung mobilitas penumpang dan distribusi logistik yang lebih efisien, serta mengurangi kemacetan di Bali.

“Sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi di kawasan pariwisata,” ujarnya.

Baca juga: Menhub: Kebijakan Fuel Surcharge Naik Jadi 38 Pesen Diputuskan Bersama Maskapai

Tag:  #taksi #bali #dikebut #waktu #tempuh #bandaracanggu #dipangkas #jadi #menit

KOMENTAR