Inalum Sabet Proper Emas-Hijau, Ini Jejak dan Dampaknya
- Konsistensi perusahaan dalam menjalankan bisnis berkelanjutan kembali diuji melalui penilaian lingkungan, dan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) berhasil menembus kategori tertinggi dengan meraih Proper Emas dan Hijau 2025.
Penghargaan tersebut diberikan untuk operasional Pabrik Peleburan (ISP) yang meraih Proper Emas serta operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA/IPP) yang memperoleh Proper Hijau.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Taman Mini Indonesia Indah pada 7 April 2026.
Dalam sambutannya, Hanif menegaskan bahwa Proper kini telah berkembang menjadi instrumen yang mendorong transformasi dunia usaha.
“PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” kata dia, melalui keterangan pers, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Inalum Bangun SD Terdampak Banjir di Padang, Pemulihan Dimulai
Konsistensi ESG dan Inovasi Operasional
Capaian ini menempatkan INALUM dalam kelompok perusahaan beyond compliance, yang jumlahnya masih terbatas. Pada periode 2024–2025, dari 5.476 perusahaan peserta Proper, hanya 282 perusahaan yang masuk kategori ini, terdiri dari 39 Proper Emas dan 243 Proper Hijau.
Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menyebut, penghargaan ini mencerminkan strategi jangka panjang perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan.
“Kami memaknai pencapaian PROPER Emas dan Hijau ini sebagai refleksi komitmen jangka panjang INALUM dalam menempatkan keberlanjutan sebagai inti strategi bisnis. Upaya kami tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga pada penciptaan nilai melalui integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang terukur dan berdampak nyata,” ujar Melati.
Secara historis, INALUM mencatatkan kinerja konsisten dalam Proper. Peringkat Emas diraih untuk Pabrik Peleburan Kuala Tanjung pada 2022, 2024, dan 2025, serta operasional PLTA Paritohan pada 2023. Sementara Proper Hijau juga diraih berulang oleh operasional PLTA pada 2022, 2024, dan 2025.
Kinerja tersebut ditopang berbagai inovasi lingkungan, mulai dari efisiensi energi dan sumber daya, pengelolaan limbah, hingga optimalisasi proses operasional. Perusahaan juga mengembangkan pendekatan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.
Baca juga: Inalum Cetak Rekor Produksi 280.082 Metrik Ton Aluminium di 2025
Program Sosial dan Arah Kebijakan Proper
Selain aspek lingkungan, INALUM juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI). Program “Dari Sampah Jadi Berkah” menjadi salah satu contoh integrasi antara pengelolaan lingkungan dan penciptaan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Capaian ini sekaligus memperkuat posisi INALUM sebagai industri strategis yang menggabungkan kinerja bisnis dengan keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Di tingkat nasional, Proper menjadi instrumen pemerintah untuk menilai sekaligus mendorong kepatuhan perusahaan melalui keterbukaan informasi kepada publik.
Pada 2026, Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan puluhan perusahaan meraih Proper Emas dari berbagai sektor, serta 243 perusahaan memperoleh Proper Hijau, dari total 5.476 perusahaan yang dinilai atau meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Rasio Ridho Sani menjelaskan, Proper tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga pembinaan bagi perusahaan.
Meski demikian, dari seluruh perusahaan yang dinilai, sebanyak 2.437 dinyatakan taat, sementara 2.886 belum memenuhi ketentuan, dan 153 perusahaan tidak beroperasi. Ke depan, KLH berencana memperluas cakupan Proper dengan dukungan sistem berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan pengawasan.