Penumpang Terus Naik, KAI Siapkan Perluasan Jalur dan Elektrifikasi Lintas Jabodetabek
KAI Commuter resmi mengoperasikan tiga rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru di lintas Bogor dan Cikarang pada Minggu (1/6/2025) dengan fasilitas yang lengkap dan canggih.(dokumentasi KAI)
12:44
9 April 2026

Penumpang Terus Naik, KAI Siapkan Perluasan Jalur dan Elektrifikasi Lintas Jabodetabek

- PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana memperluas jalur KA, blue line (Cikarang-Kampung Bandan), red line (Jakarta - Bogor), dan green line (Tanah Abang- Rangkasbitung), sebagai upaya memperkuat layanan transportasi publik melalui pengembangan elektrifikasi jalur di kawasan urban dan wilayah penyangga.

Hal ini dilakukan seiring berkembangnya kawasan hunian, industri, dan aktivitas ekonomi, pergerakan masyarakat semakin meluas dan menunjukkan tren yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, dengan pertumbuhan tersebut, elektrifikasi jalur yang telah berjalan memberikan ruang bagi penguatan layanan.

Frekuensi perjalanan dapat ditingkatkan, kapasitas angkut bertambah, serta pola operasi menjadi lebih fleksibel mengikuti kebutuhan.

Baca juga: Bahlil Sebut B50 Berhasil Diuji Coba ke Kapal dan Kereta Api

“Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pembangunan jalur ganda, penguatan simpul integrasi seperti Manggarai, hingga pengoperasian rangkaian dengan kapasitas lebih besar dan pengaturan headway yang semakin rapat,” kata Anne dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (9/4/2026).

“Dengan tren yang terus meningkat, pengembangan layanan diarahkan untuk menjangkau lebih banyak kawasan. Lintas Rangkasbitung berpotensi diperluas hingga Merak, lintas Bogor hingga Sukabumi, dan lintas Cikarang ke arah Cikampek,” lanjutnya.

Pengembangan ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus mendorong terbentuknya simpul-simpul pertumbuhan ekonomi baru.

“Pengembangan ini kami lanjutkan secara bertahap agar layanan bisa terus mengikuti kebutuhan masyarakat. Harapannya, perjalanan menjadi lebih mudah dijangkau, semakin nyaman, dan turut mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah,” tutup Anne.

Berdasarkan data KAI, pada lintas Rangkasbitung, pertumbuhan pengguna KRL menunjukkan peningkatan yang konsisten.

Pada 2022 tercatat 43,3 juta pengguna, lalu meningkat menjadi 77,5 juta pengguna pada 2025. Tren ini berlanjut pada 2026, di mana pada Januari–Maret saja sudah mencapai 20,1 juta pengguna.

Pertumbuhan juga terlihat pada layanan KA lokal Rangkasbitung–Merak.

Jumlah pengguna meningkat dari 3,6 juta pada 2023, menjadi 4,4 juta pada 2025, dan pada Januari–Maret 2026 telah mencapai 1,1 juta pengguna.

Di lintas Bogor, volume pergerakan berada dalam skala yang jauh lebih besar.

Jumlah pengguna KRL tercatat 102,05 juta pada 2022, meningkat menjadi 133,04 juta pada 2023, kemudian 145.920.264 pada 2024, dan mencapai 155 juta pada 2025.

Memasuki 2026, pada triwulan I sudah tercatat 38,2 juta pengguna, menunjukkan tren yang masih terus meningkat.

Pertumbuhan ini juga berlanjut hingga lintas Bogor–Sukabumi melalui layanan KA Pangrango.

Jumlah pengguna meningkat dari 786.001 pada 2023, menjadi 874.789 pada 2024, lalu 1,1 juta pada 2025, dan pada Januari–Maret 2026 telah mencapai 281.659 pengguna.

Sementara itu, lintas Cikarang juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.

Jumlah pengguna meningkat dari 55,6 juta pada 2022, menjadi 71,6 juta pada 2023, kemudian 84,4 juta pada 2024, dan mencapai 85,9 juta pada 2025.

Pada Januari–Maret 2026, jumlahnya telah mencapai 21,7 juta pengguna.

Lintas ini juga didukung oleh layanan KA lokal seperti Jatiluhur dan Walahar yang melayani mobilitas kawasan industri hingga Purwakarta.

Anne menyampaikan bahwa angka-angka tersebut menggambarkan perubahan pola mobilitas masyarakat yang semakin luas. “Pergerakan masyarakat semakin meluas. Angka-angka ini menunjukkan kebutuhan layanan yang terus berkembang mengikuti aktivitas di berbagai wilayah,” ujar Anne.

Di tengah peningkatan volume tersebut, elektrifikasi jalur juga memberikan dampak dari sisi lingkungan.

Pada lintas Rangkasbitung, efisiensi emisi mencapai sekitar 2,69 hingga 2,83 juta ton CO2e.

Lintas Bogor mencatat efisiensi sekitar 4,16 hingga 4,37 juta ton CO2e, sementara lintas Cikarang sekitar 1,37 hingga 1,44 juta ton CO2e.

Secara keseluruhan, tiga lintas ini menghasilkan efisiensi emisi sekitar 8,22 hingga 8,64 juta ton CO2e.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rusun di Lahan KAI, Sasar Permukiman Bantaran Rel

Tag:  #penumpang #terus #naik #siapkan #perluasan #jalur #elektrifikasi #lintas #jabodetabek

KOMENTAR