Cashlez (CASH) Rights Issue Rp 237,2 Miliar untuk Perkuat Modal
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) mengumumkan rencana pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur permodalan.
Perseroan yang kini dikenal dengan nama cashUP tersebut menawarkan sebanyak-banyaknya 996.676.699 saham baru atau setara dengan 41,05 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Dalam aksi korporasi ini, perseroan berpotensi meraih dana hingga sekitar Rp 237,2 miliar.
Baca juga: RUPST Cashlez (CASH) Setujui Rights Issue hingga 996,6 Juta Saham
Ilustrasi pasar saham.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan strategis perusahaan, termasuk pelunasan utang, modal kerja, serta belanja modal.
Dalam siaran pers yang dikutip pada Kamis (9/4/2026), manajemen CASH menyampaikan pelaksanaan rights issue ini dilakukan dalam rangka meningkatkan permodalan, sejalan dengan ketentuan regulator di sektor sistem pembayaran.
Mengacu pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/6/PBI/2021 Pasal 62, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) diwajibkan menjaga kecukupan permodalan sesuai dengan skala dan aktivitas usaha yang dijalankan.
Menurut perseroan, peningkatan modal menjadi bagian dari penyesuaian terhadap pertumbuhan Gross Transaction Volume (GTV) yang terus meningkat.
Baca juga: Kinerja 2025 Tertekan, Cashlez (CASH) Tetap Fokus di Bisnis Pembayaran Digital
Seiring dengan perkembangan tersebut, kebutuhan permodalan juga harus disesuaikan agar tetap memenuhi ketentuan yang berlaku.
Perseroan mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah transaksi dalam dua tahun terakhir.
Pada 2024, jumlah transaksi tercatat sebanyak 1,5 juta transaksi. Angka ini meningkat menjadi 2,1 juta transaksi pada 2025, atau tumbuh sebesar 41,6 persen.
Ilustrasi saham.
Tidak hanya dari sisi volume transaksi, nilai transaksi juga menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Pada 2024, nilai transaksi tercatat sebesar Rp 0,9 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 1,6 triliun pada 2025.
Baca juga: Mandiri Capital Suntik Modal 2 Juta Dollar AS untuk Startup Cashlez
Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 77,8 persen secara tahunan.
Perseroan menyatakan bahwa peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya penggunaan layanan oleh merchant dan pengguna, serta perluasan aktivitas operasional yang dijalankan.
Kondisi ini turut mendorong kebutuhan untuk memperkuat kapasitas operasional, termasuk dari sisi infrastruktur dan pendanaan.
Sejalan dengan hal tersebut, aksi korporasi melalui HMETD ini menjadi bagian dari langkah perseroan dalam menyesuaikan struktur permodalan terhadap ketentuan regulator, sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan usaha di tengah dinamika industri sistem pembayaran.
Baca juga: Daftar Emiten yang Riuh Rights Issue, Pasar Modal Bersiap Sambut Aksi Jumbo
“Seiring dengan peningkatan aktivitas transaksi, Perseroan perlu memastikan bahwa kapasitas operasional dan struktur permodalan tetap memadai untuk mendukung kegiatan usaha secara berkelanjutan. Langkah ini juga menjadi bagian dari penyesuaian dan komitmen Perseroan dalam industri sistem pembayaran yang terus berkembang,” ujar cashUP.
Lebih lanjut, perseroan merinci bahwa dana hasil right issue akan dialokasikan untuk beberapa kebutuhan utama.
Selain untuk pelunasan utang, dana tersebut juga akan digunakan sebagai tambahan modal kerja guna mendukung operasional perusahaan.
Selain itu, sebagian dana juga akan digunakan untuk belanja modal, termasuk penguatan infrastruktur teknologi informasi.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Private Placement dan Bedanya dengan Rights Issue
"Penguatan infrastruktur ini dinilai penting untuk mendukung peningkatan volume dan nilai transaksi yang terus berkembang, serta memastikan kualitas layanan kepada pengguna dan merchant tetap terjaga," ungkap perseroan.
Ilustrasi saham, laba bersih.
Dalam konteks regulasi, CASH menekankan, peningkatan skala dan aktivitas usaha harus diimbangi dengan kecukupan permodalan yang lebih tinggi.
Hal ini sejalan dengan ketentuan BI bagi penyedia jasa pembayaran, yang mengharuskan pelaku industri menjaga rasio permodalan sesuai dengan tingkat aktivitas bisnisnya.
Dengan demikian, langkah right issue ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung ekspansi usaha, tetapi juga untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di sektor sistem pembayaran.
Baca juga: Apa Itu Rights Issue: Pengertian, Tujuan, Cara Kerja, dan Dampaknya
Perseroan juga mengingatkan, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam HMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan.
Dilusi tersebut dapat mencapai maksimum hingga 41,05 persen, seiring dengan penerbitan saham baru dalam aksi korporasi ini.
Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam menghadapi pertumbuhan industri sistem pembayaran yang terus berkembang, sekaligus menyesuaikan diri dengan kebutuhan permodalan yang semakin meningkat seiring dengan ekspansi bisnis dan peningkatan aktivitas transaksi.
Tag: #cashlez #cash #rights #issue #2372 #miliar #untuk #perkuat #modal