Sugar Co Rugi Rp 680 Miliar pada 2025, Imbas Masifnya Impor Gula
Ilustrasi gula. (Freepik/v.ivash)
16:56
8 April 2026

Sugar Co Rugi Rp 680 Miliar pada 2025, Imbas Masifnya Impor Gula

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co mengalami kerugian hingga Rp 680 miliar sepanjang 2025 imbas masifnya impor gula, termasuk gula rafinasi yang beredar di pasaran.

Ia menuturkan, salah satu persoalan utama adalah kebocoran distribusi gula rafinasi ke pasar konsumsi. Kondisi ini membuat harga gula menjadi tidak terkendali.

"Sugar Co membukukan rugi Rp 680 miliar akibat harga yang tidak cukup baik, akibat impor gula yang tidak terkontrol," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Impor Gula Tak Terkendali, BUMN Sugar Co Rugi Rp 680 Miliar

Maka dari itu, Dony menilai perlu adanya perbaikan pada industri gula nasional, termasuk yang dikelola perusahaan pelat merah.

Ia menuturkan, pemerintah sebenarnya telah melakukan intervensi untuk menstabilkan pasar, salah satunya dengan menyerap produksi gula lokal hingga Rp 1,5 triliun. Namun, langkah ini ternyata tak berdampak signifikan terhadap perbaikan harga.

"Sebetulnya tahun lalu pemerintah melakukan bantuan dengan subsidi ke dalam pasar untuk mengambil gula masyarakat sebesar Rp 1,5 triliun, tetapi itu juga tidak memberikan hasil yang signifikan," ungkap dia.

Baca juga: Mentan Amran Sebut Gula Rafinasi Impor Banjiri Pasar, Tekan Produk Lokal

Dony pun menekankan perlunya perbaikan menyeluruh dalam tata kelola industri gula nasional, termasuk dukungan regulasi yang lebih kuat. Tanpa pembenahan tersebut, ia khawatir industri gula dalam negeri akan semakin sulit bersaing.

"Karena kalau tidak, menurut saya, akan sulit bagi kami untuk bisa menghadapi harga gula, yang kemudian menjadi kebocoran daripada impor gula rafinasi yang masuk ke dalam masyarakat," jelas Dony.

Tag:  #sugar #rugi #miliar #pada #2025 #imbas #masifnya #impor #gula

KOMENTAR