Anggaran Perbaikan Abrasi Pesisir Pantai Bali Capai Rp 4 Triliun
Pantai Balian di Kabupaten Tabanan, Bali.(SITUS PEMERINTAH KABUPATEN TABANAN)
15:48
8 April 2026

Anggaran Perbaikan Abrasi Pesisir Pantai Bali Capai Rp 4 Triliun

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengungkapkan, kebutuhan anggaran untuk penanganan masalah abrasi di seluruh pesisir Bali mencapai sekitar Rp 4 triliun.

“Jika dilakukan penanganan abrasi secara menyeluruh di Pulau Bali, kebutuhan pendanaannya diperkirakan mencapai Rp 4 triliun,” kata Diana dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (8/4/2026).

Diana menyebutkan, langkah ini dinilai mendesak mengingat kondisi abrasi yang semakin parah dan berpotensi mengancam sektor pariwisata serta lingkungan di Pulau Dewata.

Baca juga: Menhub: Pengembangan Water Taxi di Bali Butuh Investasi Awal Rp 1,2 T

Menurut dia, abrasi menjadi isu krusial di Bali dalam beberapa tahun terakhir, terutama akibat meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dan gelombang laut tinggi.

“Dalam beberapa tahun terakhir, hujan ekstrem dan gelombang tinggi meningkatkan risiko abrasi,” ujar Diana.

“Dari total 215,82 kilometer garis pantai kritis, baru sekitar 115 kilometer yang telah tertangani, sementara sisanya masih memerlukan penanganan lebih lanjut,” lanjut Diana.

Ia menjelaskan, penanganan abrasi saat ini dilakukan melalui program Bali Beach Conservation Project yang terbagi dalam dua paket pekerjaan.

Paket pertama mencakup penanganan abrasi di Pantai Candidasa dengan nilai anggaran Rp 518 miliar dan ditargetkan rampung pada November 2027.

Baca juga: Kemenhub Siapkan Water Taxi di Bali, Bandara ke Canggu 30 Menit

Sementara itu, paket kedua meliputi kawasan Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak dengan nilai proyek Rp 267 miliar yang ditargetkan selesai pada November 2026.

Diana menambahkan, metode konstruksi yang digunakan berupa pembangunan pengaman pantai seperti revetment dengan susunan batu pelindung (armor/boulder), yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti jalur pejalan kaki.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menekankan pentingnya penataan pengelolaan kawasan pesisir agar tidak terjadi penanganan yang parsial dan tidak terintegrasi.

“Kami memandang penting adanya ketertiban dalam penanganan pantai,” jelas Diana.

“Ke depan, jangan sampai ada lagi pembangunan tanggul yang dilakukan sendiri-sendiri oleh hotel atau pihak tertentu, karena dapat menimbulkan penguasaan eksklusif dan mengganggu fungsi pantai sebagai ruang bersama,” tegas Diana.

Sebagai informasi, masalah abrasi di Bali, khususnya di wilayah selatan seperti Badung, Tabanan, dan Jembrana, serta sebagian wilayah utara, terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Pantai Kuta menjadi salah satu ikon pariwisata Bali yang bahkan mengalami penyusutan garis pantai secara signifikan.

Fenomena abrasi sendiri merupakan proses pengikisan garis pantai akibat gelombang laut, arus, dan pasang surut yang menyebabkan hilangnya daratan secara bertahap. Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem serta alih fungsi lahan di kawasan pesisir.

Dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, seperti rusaknya ekosistem pesisir dan menurunnya kualitas air, tetapi juga berdampak langsung pada sektor ekonomi dan pariwisata. Penurunan estetika pantai hingga kerusakan fasilitas wisata berpotensi mengancam keberlanjutan mata pencaharian masyarakat setempat.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai penanganan abrasi secara menyeluruh dan terintegrasi menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan kawasan pesisir Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Tag:  #anggaran #perbaikan #abrasi #pesisir #pantai #bali #capai #triliun

KOMENTAR