Indonesia Masih Impor Gula 3,93 Juta Ton selama 2025
- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indonesia masih mengimpor 3,93 juta ton gula sepanjang 2025.
Informasi tersebut diungkapkan Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI terkait tata kelola gula.
“Secara total kita pada tahun 2025 melakukan impor terhadap komoditas gula ini di Harmonize System Code 1701 itu sebesar 3,93 juta ton,” kata Sonny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Impor Gula Tak Terkendali, BUMN Sugar Co Rugi Rp 680 Miliar
Meski demikian, BPS juga mencatat produksi gula kristal putih (GKP) dalam negeri meningkat 8,22 persen menjadi 2,67 juta ton pada 2025.
Peningkatan produksi itu didorong luasan lahan panen tebu yang meningkat dari 521 ribu hektare menjadi 563 ribu hektare. Kenaikan ini setara 8,17 persen.
Penambahan lahan panen itu tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah Lampung, Jawa barat, Sumatera Selatan, dan beberapa wilayah lain.
“Secara umum sebetulnya pasokan domestik kita membaik tetapi kita masih memiliki ketergantungan terhadap impor,” ujar Sonny.
Pada saat yang bersamaan, BPS mencatat konsumsi rumah tangga terhadap gula turun menjadi 1,46 juta ton pada 2025.
Selain itu, tren konsumsi per kapita juga mengalami penurunan menjadi 5,15 kilogram per kapita per tahun.
Baca juga: Kejar Target Rp 22 Triliun pada 2026, PTPP Andalkan Proyek Pemerintah dan BUMN
Menurutnya, tren penurunan ini terjadi karena masyarakat sudah mulai menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi gula dan garam.
Masyarakat juga mengubah pola onsumsi dari bahan makanan menjadi makanan jadi.
“Mereka tidak membeli gula dan garam secara langsung tetapi menggunakan makanan jadi yang dihasilkan baik oleh industri maupun oleh restoran,” tutur Sonny.
Dalam forum yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyebut produksi gula dalam negeri saat ini hanya 2,67 juta ton.
Sementara, konsumsi gula dalam negeri mencapai 6,7 juta ton yang terdiri dari 3,9 juta ton gula industri dan 2,8 juta ton gula konsumsi.
“Dengan demikian kita masih perlu 4,03 juta ton,” kata Amran.
Data Impor Gula
Berdasarkan data United States Department of Agriculture (USDA), Indonesia tercatat sebagai negara importir gula terbesar di dunia.
BPS juga mencatat volume impor gula Indonesia fluktuatif selama 2014 sampai 2023.
Berikut adalah data impor gula menurut BPS:
- 2014: 2,93 juta ton
- 2015: 3,36 juta ton
- 2016: 4,74 juta ton
- 2017: 4,48 juta ton
- 2018: 5,03 juta ton
- 2019: 4,09 juta ton
- 2020: 5,54 juta ton
- 2021: 5,48 juta ton
- 2022: 6,01 juta ton
- 2023: 5,07 juta ton