Menperin Minta Warga Tak Panik, Klaim Stok Plastik Masih Cukup
- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta masyarakat dan industri hilir tidak panik terkait kenaikan harga dan isu kelangkaan plastik.
Agus menyebut stok plastik masih tersedia di pasar. Survei Indeks Kepercayaan Industri Maret juga menunjukkan subsektor kemasan masih berada dalam fase ekspansi.
“Sehingga stok produk plastik masih cukup karena subsektor industrinya berkinerja tinggi,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Plastik Mahal, Harga Air Minum Dalam Kemasan Naik
Pemerintah menjamin ketersediaan plastik tetap terjaga. Upaya dilakukan dengan memaksimalkan pasokan alternatif agar tidak terjadi kekosongan.
“Pemerintah berkomitmen memastikan tidak terjadi kekosongan stok,” tutur Agus.
Harga plastik di pasar diakui mengalami kenaikan. Kondisi ini dipicu gangguan bahan baku di pasar internasional.
Plastik berbahan dasar nafta yang berasal dari minyak bumi. Sekitar 70 persen pasokan nafta global berasal dari Asia Barat. Pasokan terganggu setelah Selat Hormuz ditutup.
Pemerintah bersama pelaku industri mencari alternatif pemasok bahan baku. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada satu kawasan.
Diversifikasi bahan baku mulai disiapkan. Salah satu opsi berupa penggunaan Liquefied Petroleum Gas atau LPG sebagai bahan baku alternatif.
“Sebagai bahan baku penyangga (buffer) dalam proses produksi guna menutupi celah kekurangan pasokan nafta,” kata Agus.
Baca juga: Harga Plastik Melonjak, Industri AMDK UMKM Terancam Tutup
Industri juga didorong memanfaatkan bahan baku daur ulang dengan kualitas tinggi. Upaya ini untuk menjaga suplai tetap berjalan.
“Sebagai substitusi pasokan untuk menjaga stabilitas stok di pasar,” tulis Agus.
Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan menyampaikan kondisi berbeda. Pelaku industri menghadapi kenaikan harga sekaligus kelangkaan bahan baku.
Ketua Umum Aspadin Firman Sukirman menyebut risiko penurunan produksi meningkat. Industri skala usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi yang paling terdampak.
“Bisa jadi dua bulan ke depan itu ada beberapa industri AMDK yang UMKM itu tidak bisa produksi karena tidak ada bahan baku,” kata Firman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Tag: #menperin #minta #warga #panik #klaim #stok #plastik #masih #cukup