Harga Emas Dunia Naik 3 Persen Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata
Ilustrasi harga emas dunia.(DOK. Pixabay/Global_Intergold.)
10:16
8 April 2026

Harga Emas Dunia Naik 3 Persen Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata

– Harga emas dunia menguat setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan.

Mengutip Bloomberg, Rabu (8/4/2026), harga emas di pasar spot tercatat naik 3 persen menjadi 4.849,01 dollar AS per troy ons pada pukul 08.02 waktu Singapura.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS melonjak hingga 3,1 persen dan sempat menembus level 4.850 dollar AS per troy ons, melanjutkan kenaikan 1,2 persen pada sesi sebelumnya.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 8 April Naik Lagi, Menguat Rp 50.000 per Gram

Kesepakatan gencata senjata tersebut dicapai hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump untuk melancarkan serangan lanjutan.

Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menyebut penghentian sementara serangan dilakukan dengan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz. Pihak Iran menyatakan jalur pelayaran di selat tersebut “memungkinkan” untuk dibuka selama dua pekan.

Seiring meredanya ketegangan geopolitik, harga minyak dunia anjlok hingga di bawah 100 dollar AS per barel, sementara indeks dollar AS (DX-Y.NYB) melemah 0,98 persen.

Kondisi ini turut menopang harga emas yang diperdagangkan dalam denominasi dollar AS. Di sisi lain, pasar saham global justru melonjak lebih dari 2 persen.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Ambruk Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran

Sejak konflik di Timur Tengah pecah, pergerakan emas cenderung sejalan dengan saham. Hal ini mencerminkan berkurangnya fungsi emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), karena investor lebih fokus menutup kerugian di portofolio lain.

Analis Pepperstone Group Ltd, Ahmad Assiri, menilai kenaikan emas di atas 4.800 dollar AS mencerminkan penyesuaian risiko, bukan perubahan tren besar.

“Pergerakan ini menunjukkan pasar mulai memperhitungkan kemungkinan gangguan berkepanjangan yang lebih rendah, meski masih menyisakan diskon dibandingkan kondisi sebelum konflik Iran,” ujar Assiri.

Memasuki pekan keenam, konflik tersebut telah mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi.

Kondisi ini berpotensi membuat bank sentral, termasuk Federal Reserve (The Fed), menunda penurunan suku bunga atau bahkan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Baca juga: Politik Ketakutan Donald Trump

Pelaku pasar obligasi kini memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga hingga akhir tahun, yang berpotensi menjadi sentimen negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Harga emas duniaFreepik Harga emas dunia

Sejak konflik pecah pada akhir Februari, harga emas dunia sempat terkoreksi hampir 10 persen.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, harga emas mulai pulih didorong harapan gencatan senjata serta ekspektasi perlambatan ekonomi global yang dapat mengimbangi tekanan dari suku bunga tinggi.

Sebelum pengumuman gencatan senjata, sejumlah pejabat The Fed menyuarakan kekhawatiran terhadap inflasi dan perlambatan ekonomi.

Baca juga: Trump Singgung Proposal 10 Poin Iran Saat Umumkan Gencatan Senjata, Apa Isinya?

Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson menyebut suku bunga saat ini berada pada level netral, sementara Presiden The Fed New York John Williams menilai tekanan harga inti belum banyak berubah.

Dalam jangka pendek, Assiri menegaskan harga emas masih sangat sensitif terhadap dinamika politik.

“Gencatan senjata ini memberi ruang jeda, tetapi sifatnya rapuh. Jika terjadi gangguan, terutama di Selat Hormuz, volatilitas dan risiko penurunan harga bisa kembali meningkat,” ujarnya.

Tag:  #harga #emas #dunia #naik #persen #usai #trump #umumkan #gencatan #senjata

KOMENTAR