Nilai Transaksi Kripto Fluktuatif, OJK Imbau Investor Kembali ke Fundamental
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia dalam lima tahun terakhir bergerak fluktuatif seiring dinamika global.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso merincikan, nilai transaksi kripto pada 2021 tembus Rp 869,4 triliun.
Lalu pada 2022 dan 2023 mengalami penurunan dari Rp 306,4 triliun menjadi Rp 149,25 triliun.
Nilai transaksi berbalik menguat signifikan pada 2024 menjadi Rp 650,61 triliun. Namun kembali menurun ke level Rp 482,23 triliun pada 2025
Baca juga: Investor Kripto Hampir Salip Pasar Modal, OJK: Bursa Kripto The Future of Capital Market
"Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, nilai transaksi kripto di Indonesia menunjukkan dinamika fluktuatif. Dengan tren aktivitas yang meningkat," ujar Adi saat acara Bulan Literasi Kripto 2026 di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Lebih lanjut dia menjelaskan, naik-turunnya nilai transaksi kripto selama lima tahun terakhir disebabkan oleh faktor global dan domestik.
Meningkatnya ketegangan geopolitik seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China serta eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong sentimen risk-off di pasar keuangan global.
Kondisi ini diperparah oleh pengetatan kebijakan moneter dan suku bunga tinggi di AS.
Hal ini memicu kecenderungan untuk mengurangi likuiditas di tingkat global dan likuidasi besar-besaran di pasar kripto.
Adi juga menyoroti peningkatan signifikan nilai transaksi kripto pada 2024.
Dia menyebut, saat itu terjadi momentum Bitcoin halving pada April 2024 sehingga turut memengaruhi dinamika harga dan transaksi aset kripto.
Dengan demikian, penurunan nilai transaksi kripto pada 2025 terjadi bukan diakibatkan oleh pelemahan struktural industri, melainkan karena efek normalisasi setelah lonjakan tinggi pada 2024.
"Fluktuasi ini tentunya menunjukkan fenomena betapa fluktuasi harga dan kaitannya dengan ekonomi global bahkan ekonomi domestik," ucapnya.
Oleh karenanya, naik-turunnya transaksi kripto tersebut dapat menjadi momentum bagi pelaku pasar untuk kembali menitikberatkan keputusan investasi pada aspek fundamental.
Dia juga mengimbau pelaku pasar untuk mencermati secara saksama dinamika global agar dapat memitigasi dampaknya ke pasar kripto.
"Kita bermain kripto, kita harus seimbang. Seimbang, berbasis pada fundamental, analisis data yang kuat, dan kita looking forward pada potensi ke depan," tuturnya.
Baca juga: Pajak Kripto Nyaris Rp 2 Triliun, Industri Makin “Tertib”?
Tag: #nilai #transaksi #kripto #fluktuatif #imbau #investor #kembali #fundamental