Menteri Trenggono Sebut Stok Ikan Cukup Sampai Juni
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2/2026)(KOMPAS.com/Rahel)
20:12
7 April 2026

Menteri Trenggono Sebut Stok Ikan Cukup Sampai Juni

- Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono, menyebut stok ikan dinilai aman hingga Juni 2026.

Informasi ini Trenggono sampaikan saat membicarakan dampak perang pada sektor perikanan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (7/4/2026).

Pada kesempatan itu, Trenggono menyebut pihaknya memantau komoditas utama perikanan di delapan kota besar.

“Berdasarkan hasil pemantauan, kami dapat melaporkan bahwa status ketersediaan ikan berada pada kategori aman hingga Juni 2026,” kata Trenggono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Baca juga: KKP Bantah MBG Picu Lonjakan Harga Ikan di Pasar

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan produksi ikan nasional mencapai 10,57 juta ton selama April hingga Desember 2026.

Rinciannya, sebanyak 5,42 juta ton ikan tangkap dan 5,15 juta ton ikan budidaya.

Trenggono menyebut, kelautan dan perikanan menjadi sektor yang paling terdampak kenaikan harga minyak dunia.

Perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran yang menutup Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melonjak.

“Soal penggunaan bahan bakar minyak untuk para nelayan, yang 100% hingga saat ini masih menggunakan bahan bakar minyak,” ujar Trenggono.

Selain biaya operasional yang membengkak, sektor kelautan dan perikanan juga tertekan akibat biaya distribusi yang semakin mahal.

Kondisi itu dinilai bisa membuat volume ekspor produk kelautan dan perikanan merosot.

Adapun volume ekspor sektor kelautan perikanan mencapai 6,27 miliar dollar AS pada 2025.

“Rantai pasok dari hasil perikanan juga berpotensi mengakibatkan penurunan volume ekspor, hingga penurunan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global,” tutur Trenggono.

Pada saat yang bersamaan, sektor kelautan dan perikanan juga akan dihadapkan pada fenomena El Nino Godzilla yang dinilai berpotensi menekan kawasan lautan.

“Termasuk peningkatan kerentanan terhadap kerusakan ekosistem, pesisir, dan laut,” kata Trenggono.

Kenaikan suhu akibat cuaca panas bisa meningkatkan penguapan (evaporasi) yang membuat tingkat keasinan (salinitas) melonjak.

Dampaknya, risiko wabah penyakit pada sejumlah komoditas budidaya bisa meningkat.

“Berpotensi mempercepat degradasi ekosistem karbon biru yang pada akhirnya dapat meningkatkan emisi karbon secara signifikan,” tutur Trenggono.

Baca juga: KKP Tegas Larang Ikan Berformalin, Ancam Tutup Lapak

Tag:  #menteri #trenggono #sebut #stok #ikan #cukup #sampai #juni

KOMENTAR