Harga Ayam Hidup Anjlok, Mentan Akan Cek dan Panggil Produsen Pakan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Istana, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
16:36
7 April 2026

Harga Ayam Hidup Anjlok, Mentan Akan Cek dan Panggil Produsen Pakan

- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan akan memeriksa penurunan harga ayam hidup yang turun ke kisaran Rp 18.000 hingga Rp 18.500 per kilogram.

Amran mengaku belum mendapat informasi detail saat dimintai tanggapan terkait kondisi tersebut.

“Turun? Maksudnya?” kata Amran saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

“Oh, gini nanti aku cek,” lanjut Amran.

Baca juga: Harga Ayam Hidup Turun ke Rp 18.000, Peternak Merugi

Pemerintah telah menyiapkan langkah untuk mengendalikan pasokan dan harga ayam. Salah satu upaya berupa pembangunan pabrik pakan dan day old chick atau DOC milik pemerintah.

“Solusi permanennya adalah solusi permanennya adalah membangun pabrik-pabrik pakan dan DOC itu milik pemerintah,” ujar Amran.

Langkah jangka pendek juga disiapkan. Kementerian akan memanggil pelaku usaha dalam ekosistem produksi ayam, termasuk produsen pakan.

“Jangka pendek kami akan panggil tolong pabrik pakan jangan naikkan harga. Oke terima kasih Pak,” tutur Amran.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 20 triliun untuk pembangunan pabrik pakan dan DOC. Fasilitas ini dirancang sebagai instrumen pengendalian harga agar tetap terjangkau bagi peternak kecil.

Baca juga: Cerita Pedagang Ayam Potong Investasi Emas, Konsisten Beli Tanpa Lihat Naik Turun Harga...

Peternak sebelumnya mengeluhkan harga ayam hidup yang turun di bawah Harga Acuan Penjualan sebesar Rp 25.000 per kilogram.

Anggota Peternak Rakyat Mandiri Indonesia Asep Saepudin menyebut penurunan harga dipicu kelebihan pasokan.

Stok ayam tidak terserap optimal. Permintaan dari program Makan Bergizi Gratis juga belum berjalan penuh.

Permintaan pasar turun setelah Idul Fitri. Kondisi ini memicu penumpukan ayam siap panen.

Tren penurunan harga awalnya terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kondisi kemudian meluas ke Jawa Barat dan Banten.

“Penyebabnya sebagian besar ayam yang tidak terserap setelah Idul Fitri dan program MBG belum berjalan sehingga terjadi penumpukan di ayam besar,” ujar Asep kepada Kompas.com, Minggu (5/3/2026).

Tag:  #harga #ayam #hidup #anjlok #mentan #akan #panggil #produsen #pakan

KOMENTAR