Purbaya Jawab Kritik, Tegaskan Kuasai Perhitungan APBN Sejak 2000-an
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi di Kementerian Keuangan pada Jumat (27/3/2026)(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
11:52
7 April 2026

Purbaya Jawab Kritik, Tegaskan Kuasai Perhitungan APBN Sejak 2000-an

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik atas kemampuannya mengelola anggaran negara.

Ia menegaskan pengalaman panjang di bidang fiskal menjadi dasar dalam menghitung dan mengelola anggaran.

“Nanti ada yang bilang Pak Purbaya tidak bisa hitung. Saya sudah menghitung anggaran sejak tahun 2002, 2003, 2005,” ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Di Depan DPR, Purbaya Tepis Isu yang Sebut APBN Hanya Tahan 2 Minggu

Ia menyebut kondisi fiskal Indonesia masih terjaga. Pemerintah memiliki bantalan melalui Saldo Anggaran Lebih (SAL). SAL merupakan akumulasi sisa lebih anggaran dari tahun-tahun sebelumnya yang berfungsi sebagai cadangan fiskal.

Menurut dia, dana tersebut membantu menjaga stabilitas anggaran di tengah tekanan global, termasuk kenaikan harga minyak dunia.

“Ketika keadaan seperti ini, kita masih punya tambahan bantalan tadi (SAL). Jadi anggaran kita aman,” kata dia.

Purbaya menyebut total SAL saat ini mencapai Rp 420 triliun. Dana itu ditempatkan di perbankan dan Bank Indonesia sebagai cadangan yang siap digunakan saat dibutuhkan.

Ia menjelaskan, sekitar Rp 300 triliun ditempatkan di perbankan. Sisanya sebesar Rp 120 triliun berada di Bank Indonesia.

"Rp 200 triliun (penempatan di bank). Saya tambah Rp 100 triliun lagi, Rp 300 triliun, (sisanya) Rp 120 triliun masih di BI. Nanti kan pajak masuk lagi, kita akan lihat gimana pergerakannya," jelas Purbaya.

Baca juga: Purbaya Akui Coretax Bermasalah, Joki SPT Muncul karena Sistem Sulit Diakses

Ia juga mengungkap keterlibatan dalam perhitungan kebijakan fiskal besar, termasuk saat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 2005. Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya dalam mengelola anggaran negara.

Menurut dia, Indonesia pernah memiliki model perhitungan fiskal yang mampu memproyeksikan perubahan harga minyak mentah dunia dalam jangka panjang.

Dengan pengalaman tersebut, ia menilai kritik atas kemampuannya tidak berdasar.

“Saya hanya menegaskan di sini bahwa saya bisa hitung,” ujar Purbaya.

Ia menambahkan, pemerintah menerapkan manajemen kas secara hati-hati. Penempatan dana dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas agar tidak mengganggu pasokan uang di pasar.

Tag:  #purbaya #jawab #kritik #tegaskan #kuasai #perhitungan #apbn #sejak #2000

KOMENTAR