Kementerian UMKM-Kemendag Bakal Bahas Plastik Mahal
Menteri UMKM Maman Abdurrahman, saat ditemui di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Senin (6/4/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
20:12
6 April 2026

Kementerian UMKM-Kemendag Bakal Bahas Plastik Mahal

- Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bakal membahas secara khusus kenaikan harga plastik bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Menteri UMKM Maman Abdurrahman, mengaku telah menugaskan pejabat eselon 1 untuk mengurai persoalan plastik mahal.

“Saya sudah tugaskan tim eselon 1 untuk bicarakan dengan Kementerian Perdagangan,” kata Maman saat ditemui di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Harga Plastik Melonjak, Industri Air Minum Dalam Kemasan Tertekan

Maman mengatakan, sebenarnya di Tanah Air terdapat produk turunan minyak mentah (crude oil) yang menjadi bahan baku plastik.

Namun, Maman belum merincikan lebih lanjut mengenai stok bahan baku tersebut dalam negeri.

Ia hanya menyebut, sejauh ini pihaknya telah menerima dari para pelaku UMKM yang menghadapi kenaikan harga plastik.

Berdasarkan penelusuran sementara Kementerian UMKM, harga plastik melejit karena salah satu bahan bakunya dari minyak bumi yang saat ini mahal lantaran perang di Asia Barat.

“Itu juga akhirnya berdampak naik,” kata Maman.

Politikus Partai Golkar itu juga belum mau mengungkap poin-poin yang bakal menjadi materi pembahasan bersama Kemendag.

Menurutnya, persoalan itu masih dibicarakan tim eselon 1 dan eselon 2 Kementerian UMKM.

“Seperti apa langkah-langkahnya nanti saya pikir terlalu dini untuk kita kasih saya kasih jawaban ya,” tutur Maman.

Sebelumnya, Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengungkapkan harga plastik naik hingga 50 persen dari kondisi normal.

Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan, sejak 28 Februari lalu harga plastik sudah merangkak naik hingga akhirnya mencapai 50 persen.

“Jauh sebelum memasuki Ramadhan itu masih 10.000. Kemudian bertahap tuh selama sepekan, sepekan, sepekan naik Rp 500, naik Rp 700, naik macam-macam tuh sampai hari ini puncaknya itu naiknya di kita proyeksikan di 50 persen,” kata Reynaldi saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Kenaikan harga plastik dipicu kelangkaan pasokan bahan baku berupa nafta, produk minyak bumi yang 70 persennya dikirim dari kawasan negara Teluk.

Sementara, perairan Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi utama itu ditutup imbas perang Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran.

Baca juga: Harga Plastik Naik 50 Persen, Keuntungan Pedagang Pasar Menipis

Tag:  #kementerian #umkm #kemendag #bakal #bahas #plastik #mahal

KOMENTAR