Harga Emas di Pegadaian 6 April 2026, Cek Rincian Galeri 24 dan UBS
– Harga emas hari ini, Senin (6/4/2026) di Pegadaian terpantau stabil pada sejumlah produk logam mulia dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data terbaru di laman Sahabat Pegadaian, Senin (6/4/2026) pagi, harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram masih berada di level Rp 2.870.000 per gram.
Sementara itu, harga emas UBS ukuran 1 gram juga tercatat stabil di level Rp 2.885.000 per gram. Adapun harga emas Antam di Pegadaian ukuran 1 gram juga masih dibanderol Rp 2.972.000 per gram.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 6 April Turun Rp 26.000 per Gram, Cek Daftar Terbarunya
Pegadaian menyediakan emas batangan dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau setara 1 kilogram, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan investasi masyarakat.
Berikut daftar harga emas hari ini, Senin (6/4/2026) di Pegadaian untuk produk Galeri 24, Antam, dan UBS:
Harga emas Galeri 24 hari ini
- 0,5 gram: Rp 1.505.000
- 1 gram: Rp 2.870.000
- 2 gram: Rp 5.672.000
- 5 gram: Rp 14.076.000
- 10 gram: Rp 28.076.000
- 25 gram: Rp 69.812.000
- 50 gram: Rp 139.514.000
- 100 gram: Rp 278.891.000
- 250 gram: Rp 695.513.000
- 500 gram: Rp 1.391.025.000
- 1.000 gram: Rp 2.782.049.000
Ilustrasi emas Pegadaian, harga emas Pegadaian, harga emas hari ini di Pegadaian.
Baca juga: Volatilitas Emas Dorong Trader Asia Tenggara Perhatikan Eksekusi
Harga emas Antam di Pegadaian hari ini
- 0,5 gram: Rp 1.539.000
- 1 gram: Rp 2.972.000
- 2 gram: Rp 5.881.000
- 3 gram: Rp 8.795.000
- 5 gram: Rp 14.623.000
- 10 gram: Rp 29.188.000
- 25 gram: Rp 72.839.000
- 50 gram: Rp 145.595.000
- 100 gram: Rp 291.109.000
Harga emas UBS hari ini
- 0,5 gram: Rp 1.560.000
- 1 gram: Rp 2.885.000
- 2 gram: Rp 5.724.000
- 5 gram: Rp 14.144.000
- 10 gram: Rp 28.139.000
- 25 gram: Rp 70.209.000
- 50 gram: Rp 140.130.000
- 100 gram: Rp 280.150.000
- 250 gram: Rp 700.168.000
- 500 gram: Rp 1.398.692.000
Itulah harga emas hari ini, Senin (6/4/2026) di Pegadaian. Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global serta pergerakan harga logam mulia dunia.