Yen Melemah, IMF Minta Jepang Lanjutkan Kenaikan Suku Bunga
- Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mendorong Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) melanjutkan kenaikan suku bunga di tengah tekanan global.
Dorongan ini muncul saat perang di Timur Tengah memunculkan risiko baru bagi ekonomi Jepang, terutama lewat lonjakan harga energi dan pelemahan yen.
IMF menyampaikan pandangan tersebut usai konsultasi kebijakan dengan Jepang di Washington, Jumat (3/4/2026).
Baca juga: Mengapa Saran Kenaikan Pajak Penghasilan dari IMF Sebaiknya Ditolak
Inflasi menuju target 2 persen
IMF menilai inflasi Jepang bergerak mendekati target BOJ sebesar 2 persen pada 2027.
"Risiko terhadap prospek dan inflasi secara umum seimbang," tulis IMF.
Lembaga itu juga menilai ekonomi Jepang tetap tangguh menghadapi guncangan global.
"Dewan eksekutifnya memuji ketahanan ekonomi yang kuat Jepang terhadap guncangan global," tulis IMF.
Baca juga: Purbaya Buka Suara Usai IMF Sarankan Pemerintah Menaikkan Pajak Penghasilan
Suku bunga diminta naik bertahap
IMF mendukung langkah BOJ yang mulai menarik stimulus moneter sejak 2024.
"Mereka mencatat bahwa seiring dengan konvergensi inflasi inti menuju target BOJ, kenaikan suku bunga secara bertahap menuju netral harus dilanjutkan," tulis IMF.
Pendekatan kebijakan diminta tetap fleksibel, berbasis data, dan dikomunikasikan dengan jelas.
IMF juga menekankan pentingnya nilai tukar fleksibel sebagai peredam gejolak.
Tekanan dari energi dan yen
Lonjakan harga minyak akibat konflik menambah tekanan inflasi di Jepang. Kondisi ini diperparah pelemahan yen yang meningkatkan biaya impor.
Meski pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat, IMF melihat kenaikan upah akan menopang konsumsi.
BOJ sendiri menargetkan inflasi inti mencapai 2 persen secara berkelanjutan pada tahun fiskal 2026 hingga 2027.
Pasar antisipasi kenaikan April
Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga mencapai sekitar 70 persen pada April 2026.
Ekspektasi ini didorong sinyal kebijakan yang lebih agresif dari BOJ. Di saat yang sama, yen melemah mendekati level 160 per dollar AS.
Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran intervensi di pasar valuta asing.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengingatkan pelaku pasar agar tidak berspekulasi terhadap yen.
"Kami siap mengambil semua cara yang tersedia dan secara hukum memungkinkan, baik konvensional maupun non-konvensional," kata Katayama.
Tag: #melemah #minta #jepang #lanjutkan #kenaikan #suku #bunga