Likuiditas Sempit, Saham HSC Rentan Dikeluarkan dari Indeks Global
Ilustrasi saham.(SHUTTERSTOCK/FEYLITE)
14:08
4 April 2026

Likuiditas Sempit, Saham HSC Rentan Dikeluarkan dari Indeks Global

Saham emiten yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) diproyeksikan akan sulit masuk ke indeks global atau berisiko dikeluarkan.

Pengamat Pasar Modal Reydi Octa mengatakan, kondisi emiten dengan kepemilihan saham terkonsentrasi ini menjadi perhatian global index provider seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pasalnya indeks-indeks global biasanya mensyaratkan free float yang memadai agar saham layak diinvestasikan secara institusional.

"Artinya saham dengan kepemilikan terlalu terkonsentrasi akan sulit masuk indeks atau berisiko dikeluarkan," kata dia kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2026).

Baca juga: Pengamat Sebut Saham Berkonsentrasi Kepemilikan Tinggi Buat Likuiditas Sempit dan Harga Volatil

Sedikit catatan, free float sendiri merupakan jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka. Umumnya saham tersebut tidak dimiliki oleh pemegang saham pengendali ataupun pihak korporasi.

Sein itu, Reydi menjelaskan, kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi pada segelintir pihak membuat likuiditas menjadi sempit.

"Harga (saham) cenderung lebih mudah bergerak ekstrem," imbuh dia.

Ia menjelaskan, pergerakan saham tersebut tidak selalu berkaitan dengan pengendalian atau diatur tetapi karena suplai di pasar terbatas sehingga sedikit transaksi saja bisa menggerakkan harga signifikan.

Sementara itu, bagi investor, saham seperti ini tetap bisa menarik secara momentum, tetapi risikonya tinggi, volatilitas tajam, serta keterbatasan exit liquidity.

"Jadi kuncinya bukan hanya melihat kenaikan harga, tetapi memahami struktur kepemilikan sebelum masuk," tutup dia.

Baca juga: BEI Rilis 9 Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, Ada BREN hingga DSSA

Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) pada Kamis (2/4/2026).

Publikasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi bagi investor di pasar modal.

Berdasarkan data BEI, terdapat sembilan emiten yang masuk dalam kategori tersebut. Saham-saham itu dimiliki oleh sejumlah kecil pemegang saham yang secara agregat menguasai lebih dari 95 persen kepemilikan.

Berikut daftar sembilan emiten yang terpantau masuk kategori kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi:

1. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 95,47 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat LUCY.

2. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 97,75 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat AGII.

3. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 98,35 persen dari total Saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat SOTS.

4. PT Ifishdeco Tbk (IFSH), sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 99,77 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat IFSH.

5. PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV, sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 95,94 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat MGLV.

6. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 99,85 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat ROCK.

7. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 95,35 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat RLCO.

8. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 95,76 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat DSSA.

9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 97,31 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat BREN.

Tag:  #likuiditas #sempit #saham #rentan #dikeluarkan #dari #indeks #global

KOMENTAR