Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025, Tembus Rp 3,36 Triliun
PT Bank Mega Tbk (MEGA) mencatat laba bersih Rp 3,36 triliun pada tahun buku 2025. Angka ini tumbuh 28 persen secara tahunan.
Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib menyebut pertumbuhan ditopang lonjakan fee based income. Pendapatan berbasis komisi naik 54 persen menjadi Rp 2,79 triliun dari Rp 1,82 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Bank Mega dalam jajaran 10 besar industri dari sisi laba.
Kinerja neraca juga tumbuh. Total aset meningkat 4 persen menjadi Rp 140,83 triliun pada akhir 2025.
“Total aset meningkat sekitar 4 persen dari Rp 135 triliun menjadi Rp 140,8 triliun,” ujar Kostaman Thayib saat konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2026, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Bank Mega Bagi Dividen Rp 2 Triliun, Setara Rp 172 per Saham
Penyaluran kredit naik 4 persen menjadi Rp 67,23 triliun. Fokus tetap pada segmen korporasi.
Kualitas kredit terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) membaik menjadi 1,65 persen.
Pendanaan juga menguat. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 14 persen menjadi Rp 104,13 triliun.
Struktur dana masih didominasi deposito. Dana murah atau current account saving account (CASA) naik 2 persen menjadi Rp 28,14 triliun.
Permodalan berada pada level kuat. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 30,49 persen. Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di kisaran 70 persen.
Profitabilitas tetap solid. Return on Assets (ROA) tercatat 3,10 persen. Return on Equity (ROE) 15,54 persen. Net Interest Margin (NIM) 4,18 persen.
Baca juga: DPK Tembus Rp 12 T, Bank Mega Syariah Perkuat Aksi Sosial di Bulan Ramadan
Efisiensi operasional terlihat dari rasio BOPO di level 69,12 persen.
Memasuki 2026, Bank Mega menargetkan pertumbuhan lanjutan. Laba bersih diproyeksikan Rp 3,7 triliun.
Kredit ditargetkan mencapai Rp 74 triliun. DPK sebesar Rp 111 triliun. Total aset diproyeksikan Rp 149 triliun.
Strategi diarahkan pada penguatan likuiditas melalui peningkatan dana murah. Ekspansi kredit wholesale akan didorong melalui skema bilateral dan sindikasi.
Perseroan juga mempercepat pertumbuhan bisnis kartu kredit. Peran kantor cabang diperkuat. Pengelolaan aset treasury dioptimalkan untuk menjaga pertumbuhan laba.
Tag: #laba #bank #mega #tumbuh #persen #pada #2025 #tembus #triliun