CY 2 Merapi Beroperasi, KAI Logistik Bidik Angkutan Batu Bara 3 Juta Ton
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mulai mengoperasikan fasilitas Container Yard (CY) 2 Merapi sebagai bagian dari upaya memperkuat distribusi energi nasional berbasis angkutan kereta api.(DOK. KAI LOGISTIK)
16:44
31 Maret 2026

CY 2 Merapi Beroperasi, KAI Logistik Bidik Angkutan Batu Bara 3 Juta Ton

— PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mulai mengoperasikan fasilitas Container Yard (CY) 2 Merapi sebagai bagian dari upaya memperkuat distribusi energi nasional berbasis angkutan kereta api.

Fasilitas ini telah beroperasi sejak 3 Maret 2026 dan menjadi pengembangan dari layanan KALOG Pro untuk mendukung pengelolaan angkutan batu bara.

Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan mengatakan, kehadiran CY 2 Merapi dirancang untuk meningkatkan kapasitas angkutan sekaligus menjawab tantangan distribusi logistik energi yang semakin dinamis.

Baca juga: KAI Logistik Catat 13.435 Pengiriman Hewan Peliharaan Saat Mudik Lebaran

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan barang sepanjang Januari-November 2025. Total barang energi dan logistik yang diangkut mencapai 63,6 juta ton.DOK. KAI LOGISTIK PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan barang sepanjang Januari-November 2025. Total barang energi dan logistik yang diangkut mencapai 63,6 juta ton.

“Melalui optimalisasi angkutan berbasis rel, KAI Logistik menghadirkan alternatif distribusi yang lebih aman, patuh regulasi, serta mampu mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya,” ujar Yuskal dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, pengoperasian fasilitas ini juga menjadi respons terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang melarang truk batu bara melintasi jalan umum sejak 1 Januari 2026, sebagaimana diatur dalam Instruksi Gubernur Sumsel Nomor 500.11/004/INSTRUKSI/DISHUB/2025.

CY 2 Merapi berlokasi di Desa Sirah Pulau, Sumatera Selatan, dan berdampingan dengan CY 1 Merapi yang telah lebih dahulu beroperasi.

Fasilitas ini dirancang memiliki tiga akses keluar-masuk yang terhubung langsung dengan Terminal Merapi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, khususnya dalam proses bongkar muat batu bara.

Baca juga: KAI Logistik Distribusikan 4 Lokomotif Hidrolik untuk Angkutan Lebaran 2026

“Fasilitas ini dirancang dengan skema konektivitas terpadu antara area tambang dan jalur hauling yang terhubung langsung ke kawasan CY, sehingga seluruh aktivitas operasional dapat dilakukan tanpa melalui jalur jalan provinsi (lintas). Skema tersebut sejalan dengan upaya meminimalkan dampak terhadap infrastruktur jalan dan lingkungan sekitar,” kata Yuskal.

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mengoptimalkan layanan KA Kontainer Reefer untuk menjaga kelancaran distribusi produk pangan segar selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).DOK. KAI LOGISTIK PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mengoptimalkan layanan KA Kontainer Reefer untuk menjaga kelancaran distribusi produk pangan segar selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dengan beroperasinya CY 2 Merapi, KAI Logistik menargetkan peningkatan kapasitas angkut sesuai rencana awal, yakni melayani hingga dua rangkaian kereta api per hari.

Dalam pengembangan selanjutnya, fasilitas ini direncanakan memiliki dua jalur bongkar muat untuk mengantisipasi peningkatan volume angkutan batu bara di wilayah Sumatera.

Yuskal menyebutkan, secara proyeksi fasilitas tersebut mampu melayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun. Jika pengoperasian dua jalur angkut berjalan optimal, kapasitasnya berpotensi meningkat hingga 10 rangkaian kereta api per hari.

Baca juga: Jelang Puncak Mudik, Pengiriman Sepeda Motor via KAI Logistik Naik 5 Persen

“CY 2 Merapi diproyeksikan mampu melayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun, dan dengan pengoperasian optimal dua jalur angkut, kapasitasnya berpotensi meningkat hingga 10 rangkaian kereta api per hari. Secara keseluruhan, fasilitas ini diperkirakan dapat berkontribusi pada angkutan batu bara hingga 3 juta ton per tahun,” ujarnya.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas tersebut, KAI Logistik berencana melakukan pengembangan sarana dan prasarana secara bertahap.

Pengembangan tersebut meliputi penambahan alat angkut, penyediaan fasilitas operasional, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Perusahaan juga menegaskan bahwa seluruh operasional CY 2 Merapi akan mengacu pada standar pelayanan yang berlaku serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna memastikan layanan yang aman dan andal.

Baca juga: KAI Logistik Perkuat Distribusi FMCG, Kapasitas Angkut Kontainer Naik Jadi 3.000 TEUs

Selain itu, optimalisasi angkutan berbasis kereta api disebut menjadi bagian dari penerapan konsep green logistics. Langkah ini dilakukan melalui upaya pengurangan emisi serta peningkatan efisiensi energi dalam proses distribusi logistik.

Melalui pengoperasian fasilitas tersebut, KAI Logistik menegaskan perannya dalam mendukung distribusi energi nasional, khususnya dalam rantai pasok batu bara yang menjadi salah satu komoditas utama sektor energi.

Tag:  #merapi #beroperasi #logistik #bidik #angkutan #batu #bara #juta

KOMENTAR