Wamendagri: WFH untuk Hemat Energi, Bukan Jadi Libur Nasional
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
12:28
31 Maret 2026

Wamendagri: WFH untuk Hemat Energi, Bukan Jadi Libur Nasional

- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, mewanti-wanti kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bertujuan untuk menghemat energi, alih-alih menjadi libur nasional.

Bima mengatakan, kebijakan WFH jangan sampai justru mendorong para aparatur sipil negara (ASN) untuk keluar rumah atau bepergian.

“Agar WFH ini sesuai dengan sasarannya, menghemat energi, bukan kemudian malah jadi hari libur nasional,” kata Bima saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Mesir Hadapi Krisis Energi: Toko Tutup, WFH Ditingkatkan Akibat Perang Iran

Ilustrasi Work From Home (WFH). FREEPIK/MASTER1305 Ilustrasi Work From Home (WFH).

Bima mengatakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bakal merumuskan aturan teknis terkait kebijakan WFH tersebut agar bisa dilaksanakan dengan efektif.

Saat ini Kemendagri masih menunggu arahan dan keputusan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyangkut kebijakan WFH.

Menurutnya, pemerintah memiliki beberapa pilihan hari untuk WFH seperti di tengah pekan atau akhir pekan.

“Tapi tentu kami mengikuti keputusan dari Bapak Presiden dan Pak Menko perekonomian,” ujar Bima.

Baca juga: Masih Tunggu Persetujuan Presiden, Ini 5 Bocoran Aturan WFH

Mengenai usulan DPR RI agar WFH tidak diterapkan pada hari Jumat atau Senin karena akan menjadi long weekend pun telah diperhitungkan pemerintah.

Kementerian di bawah kepemimpinan Prabowo telah mempelajari hari yang tepat untuk menerapkan WFH. “Nanti kalau tidak salah, hari ini akan diputuskan oleh Pak Menko Perekonomian,” kata Bima.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat memberikan keterangan di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, pada Sabtu (21/3/2026).KOMPAS.com/REGI PRATASYAH VASUDEWA Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat memberikan keterangan di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, pada Sabtu (21/3/2026).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) TIto Karnavian bakal menerbitkan surat edaran dan akan memantau pelaksanaan WFH.

ASN yang melanggar aturan akan ditindak sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.

Baca juga: Airlangga-Purbaya Bahas WFH di Istana: Solusi Krisis Energi?

“Yang penting adalah bahwa WFH ini tidak boleh mengganggu pelayanan publik dan harus memastikan juga seluruh ASN itu bekerja sesuai dengan output-nya,” tegas Bima.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menterinya mengkaji kebijakan penghematan konsumsi energi sebagai antisipasi dampak perang Israel dan Amerika Serikat melawan Iran.

Prabowo menyebut, pemerintah Pakistan telah menerapkan kebijakan penghematan itu melalui WFH bagi ASN dan swasta hingga pembatasan penggunaan kendaraan dinas.

“Kita bersyukur kita aman, tetapi kita juga harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM kita,” ujar Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Aturan WFH Segera Terbit, Airlangga: Tunggu Lampu Hijau Prabowo

Sebagaimana diketahui, perang di Timur Tengah berdampak pada pembatasan lalu lintas di perairan Selat Hormuz.

Kondisi itu membuat harga minyak dunia melambung karena ekspor negara-negara Teluk sebagai produsen utama bahan bakar terhambat.

Perang semakin meluas karena AS menggunakan pangkalan militer di negara-negara Teluk.

Baru-baru ini, kelompok militer dari Yaman, Houthi menyatakan ikut berperang mendukung Iran.

Tag:  #wamendagri #untuk #hemat #energi #bukan #jadi #libur #nasional

KOMENTAR