Pemkab Jember Dorong KDMP yang Terkendala Modal Mulai dari Usaha Sederhana
— Minimnya kesiapan modal dan belum meratanya pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Jember mendorong pemerintah daerah mengubah strategi dengan mempercepat aktivitas usaha sederhana jelang peresmian April 2026.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Jember, Sartini, mengatakan bahwa koperasi tidak harus menunggu seluruh sarana dan unit usaha lengkap untuk mulai beroperasi.
“Yang penting segera action, misalnya kegiatan yang tidak butuh modal besar seperti fasilitas penarikan PBB,” ujar Sartini, Senin (23/3/2026).
Baca juga: Perang Timur Tengah: Reprioritasi Anggaran MBG dan Koperasi Merah Putih
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pemerintah akan menempatkan PPPK di setiap Kopdes Merah Putih.
Ia menjelaskan, secara konsep KDMP akan bergerak di berbagai sektor usaha sesuai arahan pemerintah pusat, mulai dari penyediaan sembako, layanan klinik, apotek, distribusi elpiji, hingga pupuk bagi masyarakat desa.
Namun, Sartini menegaskan bahwa tahap awal tidak harus langsung menjalankan seluruh unit usaha tersebut.
Menurutnya, koperasi bisa memulai dari kegiatan paling sederhana dan minim risiko sebagai langkah awal membangun perputaran ekonomi.
Di Jember, baru 10 KDMP yang telah rampung pembangunannya dan mulai menjalankan aktivitas usaha.
Baca juga: BGN Larang Mitra Buat Koperasi untuk Monopoli Rantai Pasok Bahan Baku
“Yang sudah selesai itu sebagian sudah berjalan,” katanya.
Dorongan kepada KDMP yang belum beroperasi untuk menjalankan usaha sederhana diharapkan bisa cepat mendatangkan pendapatan awal.
Dengan itu, kata dia, bisa menjadi fondasi bagi keberlanjutan operasional koperasi.
Selain menopang kegiatan harian, keuntungan juga diproyeksikan dapat digunakan untuk membayar kewajiban sewa bagi KDMP yang berdiri di atas aset non-desa.
Baca juga: Dirut Agrinas Tidak Hadir, DPR Tunda Rapat Bahas Koperasi Merah Putih
“Kalau sudah berjalan dan ada keuntungan, itu bisa untuk operasional dan disisihkan untuk sewa,” kata Sartini.
Dengan strategi ini, ia berharap KDMP tetap bisa hadir sebagai pusat aktivitas ekonomi saat diresmikan, meski belum seluruh aspek pembangunan dan permodalan terpenuhi.
Dikatakan bahwa KDMP direncanakan akan diresmikan serentak secara nasional pada April 2026 mendatang.
Dari 248 target pembangunan KDMP di Jember, baru 104 yang rampung dan 10 yang beroperasi.
Baca juga: Zulhas Dorong Koperasi Desa Jadi Pusat Bisnis Program MBG
Sebanyak 100 KDMP masih dalam tahap pembangunan dan sisanya belum berproses karena terkendala lahan.
Tag: #pemkab #jember #dorong #kdmp #yang #terkendala #modal #mulai #dari #usaha #sederhana