KEK Industropolis Batang Gandeng JPEN, Kembangkan EBT 180 MW
- PT Kawasan Industri Terpadu Batang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) untuk memperkuat layanan keandalan dan kualitas catudaya (reliability and quality power).
Kerja sama ini juga untuk pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di KEK Industropolis Batang.
Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah penguatan infrastruktur energi di kawasan industri strategis nasional tersebut.
Baca juga: Alih Teknologi, 156 Pekerja KEK Industropolis Batang Pelatihan di China
KEK Industropolis Batang.
Sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa, pengelola kawasan menargetkan pasokan listrik 24 jam tanpa gangguan bagi tenant industri sekaligus mendorong transformasi menuju ekosistem industri berbasis energi terbarukan yang kompetitif di tingkat nasional dan global.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, A.A. Putu Ngurah Wirawan, menegaskan sektor energi menjadi fondasi utama dalam pembangunan kawasan industri modern dan berkelanjutan.
“Kawasan industri tidak bisa hanya bergantung pada penyewaan lahan. Kami membangun ekosistem bisnis jangka panjang melalui pengelolaan utilitas seperti listrik, gas, dan pengolahan limbah sebagai sumber recurring income. Kehadiran JPEN melengkapi kesiapan infrastruktur energi yang andal bagi investor di KEK Industropolis Batang,” jelasnya dalam siaran pers, Jumat (27/2/2026).
Menurut dia, penguatan sektor energi merupakan bagian dari strategi kawasan untuk menghadirkan kepastian operasional, efisiensi biaya jangka panjang, serta standar industri berkelanjutan bagi investor nasional maupun global.
Baca juga: KEK Industropolis Batang Dipromosikan ke Investor Hong Kong dan China
Blueprint energi terintegrasi dan target 180 MW EBT
Penyerapan lahan di KEK Industropolis Batang menunjukkan capaian signifikan hingga awal 2026.
Direktur Utama JPEN, Dwi Budi Sulistiyana, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan sinergi strategis antara BUMD energi dan kawasan industri nasional.
“Kami menyambut kerja sama ini dengan optimisme. JPEN akan menyiapkan blueprint pengembangan energi terintegrasi, termasuk penyediaan listrik 24 jam yang andal dan berkualitas tinggi," ujar Dwi.
Ke depan, imbuh Dwi, pihaknya merencanakan pengembangan investasi EBT hingga 180 MW berbasis energi baru terbarukan, yang bersumber dari pembangkit tenaga surya (solar panel), tenaga bayu (angin), serta potensi energi gelombang laut.
Ia menjelaskan, diversifikasi sumber energi terbarukan tersebut ditujukan untuk memperkuat stabilitas sistem kelistrikan kawasan sekaligus meningkatkan daya saing industri Jawa Tengah menuju standar premium industrial estate yang berorientasi pada keberlanjutan.
Baca juga: KEK Industropolis Batang Perkuat Pariwisata dan UMKM Lewat Festival
Dengan rencana investasi hingga 180 megawatt (MW), pengembangan EBT di kawasan ini akan mencakup pemanfaatan energi surya melalui panel surya, energi angin, serta potensi energi gelombang laut.
Model ini dirancang sebagai bagian dari sistem energi terintegrasi yang mendukung kebutuhan industri secara berkelanjutan.
Target bauran energi terbarukan 22 persen
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan KEK Industropolis Batang merupakan etalase investasi Provinsi Jawa Tengah sekaligus bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Kawasan ini harus memiliki daya saing nasional dan global. Investor hari ini mencari kepastian pasokan dan energi terbarukan. Jawa Tengah menargetkan bauran energi terbarukan 22 persen, dan kawasan industri harus menjadi garda terdepan implementasinya,” tegasnya.
Baca juga: Minat Investor Menguat, Fase Awal KEK Industropolis Batang Nyaris Penuh
Menurut dia, MoU tersebut perlu segera ditindaklanjuti agar menjadi ikon kawasan industri berbasis green economy di Jawa Tengah dan dapat menjadi referensi pengembangan kawasan industri lainnya.
Penguatan posisi sebagai Green Industrial Hub
Kerja sama antara pengelola KEK Industropolis Batang dan JPEN difokuskan pada dua aspek utama, yakni keandalan pasokan listrik 24 jam tanpa gangguan bagi tenant industri serta pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari transformasi kawasan.
Dengan penguatan infrastruktur energi yang andal dan berorientasi pada keberlanjutan, KEK Industropolis Batang diarahkan untuk memperkuat posisinya sebagai green industrial hub di Jawa Tengah sekaligus magnet investasi strategis di Indonesia.