2027 Diprediksi Ada El Nino, Pemerintah Kebut Cetak Sawah
- Pemerintah mengebut pelaksanaan program cetak sawah nasional guna mengantisipasi terjadinya El Nino pada 2027.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengatakan, cetak sawah menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Hal tersebut Amran sampaikan saat memberikan taklimat dalam Rapat Percepatan Koordinasi Penyelesaian CSR (Cetak Sawah Rakyat) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Ia menekankan produksi pangan tidak boleh kendur di tengah tekanan perubahan iklim.
Baca juga: Mentan Amran Sebut Indonesia Sudah Swasembada 9 Komoditas Pangan
“Kita tidak boleh kendur, tidak boleh lengah. Kondisi iklim dunia tidak menentu. Tiba-tiba banjir, tiba-tiba kering, tiba-tiba El Nino. Diprediksi tahun depan terjadi El Nino, jadi kita harus kerja keras tahun ini,” kata Amran sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Adapun El Nino merupakan fenomena iklim yang mengakibatkan curah hujan di Indonesia berkurang signifikan. Akibatnya, musim kemarau lebih panjang dan kering.
Pemerintah menargetkan cetak sawah nasional pada 2025 mencapai 225.000 hektar.
Sebanyak 110.000 hektar di antaranya kini sedang diselesaikan dan tersebar di 19 provinsi yakni, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Papua Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.
Lalu, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Jambi, Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, NTT, Riau, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan.
Sementara, target cetak sawah 2026 ditingkatkan menjadi 250.000 hektar guna memperkuat basis produksi pangan nasional.
Menurut Amran, cetak sawah harus dikebut mengingat ancaman iklim El Nino di tahun mendatang.
Ia menyinggung momen masyarakat global dihadapkan krisis pangan pada El Nino 2023-2024. Saat itu, 22 negara berhenti menjual berasnya ke negara lain. Mengingat jumlah penduduk Indonesia begitu besar, pemerintah memandang pasokan pangan sebagai kepentingan mutlak.
“Kalau pangan bermasalah, negara bermasalah. Tidak ada satu negara pun mampu bertahan jika pangannya terganggu,” ujar Amran.
Lebih lanjut, Amran menilai, keterlibatan Babinsa TNI menghadapi perubahan iklim menjadi kolaborasi strategis.
Menurutnya, pada masa genting semua elemen masyarakat harus terlibat menjaga produksi.
Amran pun berterima kasih kepada para Babinsa yang telah mengawal percepatan cetak sawah. “Salam hormat untuk Babinsa yang ikut mensukseskan swasembada pangan. Ini kontribusi nyata untuk negara,” tutur Amran.
Baca juga: Belanja Negara Naik 15,3 Persen karena Pemilu dan Bansos El Nino
Tag: #2027 #diprediksi #nino #pemerintah #kebut #cetak #sawah