Laba Operasional Manchester United Berbalik Positif, tapi Beban Utang Glazer Membengkak
- Manchester United mencatat laba operasional hingga akhir 2025. Utang klub tetap membengkak dan mendekati 1,3 miliar poundsterling atau sekitar Rp 29,5 triliun dengan asumsi kurs Rp 22.723 per poundsterling Inggris.
Dikutip dari BBC, klub berjuluk Setan Merah membukukan laba operasional 32,6 juta poundsterling atau sekitar Rp 740,79 miliar untuk periode enam bulan hingga akhir Desember 2025. Angka ini berbalik dari kerugian 3,9 juta poundsterling pada periode yang sama tahun sebelumnya.
CEO Manchester United Omar Berrada menyebut perbaikan kinerja keuangan mulai terlihat.
"Sekarang kita melihat dampak keuangan positif dari transformasi di luar lapangan yang terwujud baik dalam biaya maupun profitabilitas kita," kata Berrada.
Baca juga: Ruang Ganti Manchester United Memanas Tunggu Kontrak Baru Maguire
Total pendapatan pada periode tersebut mencapai 190,3 juta poundsterling. Pendapatan komersial turun 8 persen secara tahunan menjadi 78,5 juta poundsterling. Upah turun 9 persen menjadi 75,1 juta poundsterling.
Manchester United juga menarik tambahan 25 juta poundsterling dari fasilitas kredit bergulir sehingga totalnya menjadi 295,7 juta poundsterling.
Utang warisan dari pengambilalihan oleh keluarga Glazer dan kewajiban tambahan tercatat lebih dari 500 juta poundsterling. Sebagian besar merupakan pembayaran biaya transfer pemain yang belum dibayar. Pada akhir tahun lalu, total utang klub tercatat 1,29 miliar poundsterling.
Klub membayar biaya keuangan bersih 13,9 juta poundsterling, lebih rendah dari 37,6 juta poundsterling pada tahun sebelumnya.
Pada Agustus 2025, blogger keuangan sepak bola Swiss Ramble menempatkan Everton dan Tottenham di atas Manchester United dalam daftar klub dengan utang terbesar. Kedua klub tersebut meminjam dana untuk membiayai stadion baru.
Baca juga: Manchester United Buka Lowongan Kerja untuk 11 Posisi, Berminat?
Manchester United belum menjelaskan skema pendanaan stadion baru yang diperkirakan menelan biaya lebih dari 2 miliar poundsterling.
Sejak mengakuisisi 29 persen saham dua tahun lalu, Sir Jim Ratcliffe melakukan pemangkasan biaya besar. Dua putaran pemutusan hubungan kerja memangkas 450 posisi. Sejumlah fasilitas staf, termasuk kantin yang dibiayai perusahaan, turut dihapus.
Sumber internal klub menyebut efisiensi ini membuka ruang investasi pada sisi data.
Tidak ada penjelasan dalam laporan keuangan terkait biaya pemecatan pelatih kepala Ruben Amorim karena keputusan itu terjadi setelah periode pelaporan.
"Kami terus mengambil pendekatan yang mengutamakan sepak bola dan hasil hari ini menunjukkan kekuatan mendasar bisnis kami saat kami terus berupaya untuk mendapatkan hasil sepak bola terbaik bagi tim putra dan putri kami," ujar Berrada.
Tag: #laba #operasional #manchester #united #berbalik #positif #tapi #beban #utang #glazer #membengkak