Di Tengah Persaingan Ritel yang Sengit, ACES Andalkan Sinergi AZKO dan NEKA
–Peta persaingan ritel Indonesia memasuki babak baru. Di kota-kota besar, pertumbuhan gerai mulai menghadapi kejenuhan. Pusat perbelanjaan tak lagi otomatis menjadi magnet, terutama bagi konsumen kelas menengah atas yang kini lebih selektif dan cenderung mengalihkan belanja ke kanal digital atau konsep ritel yang lebih praktis.
Di sisi lain, wilayah-wilayah Tier II dari pusat kota justru menunjukkan dinamika berbeda. Pertumbuhan kawasan permukiman, ekspansi infrastruktur, serta munculnya kelas menengah baru menciptakan ruang pasar yang belum sepenuhnya tergarap.
Di wilayah inilah konsep ritel modern masih menawarkan pengalaman belanja yang dianggap baru dan relevan. Dalam konteks tersebut, langkah PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI/ACES) menghadirkan NEKA sebagai merek ritel baru menjadi menarik.
Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai pemegang lisensi ACE Hardware dan kini mengembangkan AZKO, memilih memperluas strategi lewat pendekatan dual brand. Strategi ini diarahkan untuk memperluas sekaligus memperkuat pangsa pasar di industri ritel perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup, dengan mempertahankan AZKO di segmen menengah ke atas, sekaligus menghadirkan NEKA guna menjangkau segmen yang lebih luas dengan harga lebih terjangkau.
Dia menambahkan, penyesuaian ke segmen menengah bawah juga merupakan respons terhadap kondisi daya beli. Strategi rebranding dan downsizing, baik dari sisi ukuran toko maupun harga produk-menjadi langkah rasional untuk menjaga volume penjualan.
Menghindari Kanibalisasi, Memperluas Basis Konsumen
AHI menegaskan bahwa ekspansi NEKA tidak dimaksudkan untuk menggantikan AZKO, melainkan melengkapi dalam koridor strategi dual brand di pasar ritel perlengkapan rumah tangga. AZKO tetap fokus pada pengalaman belanja modern di pusat perbelanjaan utama dengan ragam produk yang lebih premium dan komprehensif, sementara NEKA dirancang dengan format toko yang lebih ringkas, lokasi lebih dekat ke permukiman, serta struktur harga yang lebih ekonomis.
Dengan diferensiasi segmen dan format tersebut, kedua merek diposisikan untuk memperluas basis konsumen tanpa saling menggerus pasar satu sama lain.
Sebelumnya, Gregory S. Widjaja, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk di Tangerang Selatan saat meresmikan gerai terbaru NEKA mengatakan, ekspansi NEKA menegaskan kematangan strategi ACES dalam membangun portofolio ritel multi brand yang tidak kanibalistik.
”NEKA kami rancang sebagai bagian dari penguatan dan perluasan portofolio bisnis AHI yang hadir saling melengkapi antar merek usaha dalam ekosistem perusahaan,” kata Gregory.
Ke depan, AHI disebut akan mendorong ekspansi AZKO dan NEKA secara paralel dalam beberapa tahun mendatang. Artinya, perusahaan tidak hanya memperdalam penetrasi di segmen atas, tetapi juga agresif membangun jaringan di area permukiman dan wilayah-wilayah berkembang.
Sementara Bhima melihat tren pergantian merek dan reposisi ritel belakangan ini sebagai sinyal bahwa pasar Indonesia masih menyimpan potensi, asalkan strategi segmentasi dan pemilihan lokasi tepat.
”Kemunculan ritel dengan brand baru atau rebranding menunjukkan pasar belum habis. Tantangannya ada pada akurasi membaca segmen dan daya beli lokal. Kalau tepat, ruang tumbuhnya masih besar,” kata dia.
Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang
Dalam lanskap industri yang makin kompetitif, diversifikasi segmen menjadi kunci menjaga resiliensi. Dengan membangun struktur bisnis multi brand, mulai dari AZKO dan NEKA di ritel perlengkapan rumah tangga, ATARU yang menyasar segmen muda, Pendopo yang fokus pada produk lokal dan budaya, hingga Toys Kingdom di kategori mainan, AHI memperluas eksposur pasar di berbagai segmen konsumen.
Dalam konteks industri ritel perlengkapan rumah tangga, strategi dual brand melalui AZKO dan NEKA menjadi pilar utama untuk mengokohkan posisi perusahaan, sementara keberagaman merek lainnya memperkuat daya tahan dan relevansi AHI secara keseluruhan di industri ritel nasional.
Langkah ini sekaligus mencerminkan perubahan paradigma ritel nasional: ekspansi bukan lagi soal membuka gerai di mal premium, melainkan tentang mendekat ke komunitas, menyesuaikan produk dan harga dengan daya beli, serta membaca potensi pertumbuhan kota-kota baru.
Jika strategi dual brand ini berjalan konsisten, AHI berpeluang memperkuat posisinya dalam peta persaingan ritel nasional, bukan hanya dengan skala, tetapi juga dengan relevansi.
Tag: #tengah #persaingan #ritel #yang #sengit #aces #andalkan #sinergi #azko #neka