IHSG Melesat ke Level 8.300 pada Senin Pagi
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
10:25
23 Februari 2026

IHSG Melesat ke Level 8.300 pada Senin Pagi

Baca 10 detik
  • IHSG menguat signifikan pada Senin, 23 Februari 2026 pagi, mencapai level 8.334, didukung sentimen positif pasar global.
  • Pada perdagangan pagi tersebut tercatat 2,95 miliar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi Rp 1,41 triliun.
  • Proyeksi penguatan IHSG terbuka jika berhasil bertahan di atas level support krusial 8.150–8.230.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada perdagangan, Senin 23 Februari 2026 pagi. IHSG melesat 0,76 persen ke level 8.334.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terus meroket 0,94 persen ke level 8.349.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,95 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,41 triliun, serta frekuensi sebanyak 181.400 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 361 saham bergerak naik, sedangkan 174 saham mengalami penurunan, dan 423 saham tidak mengalami pergerakan.

Ilustrasi pergerakan saham hari ini di IHSG BEI [Antara] PerbesarIlustrasi pergerakan saham hari ini di IHSG BEI [Antara]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, DIVA, SKBM, MEGA, IKBI, SOLA, BELL, ESTI, MGLV, KING, FOLK, ERTX.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, HILL, BAIK, SGRO, LFLO, JAST, ASPR, ARKO, ROCK, RMKO, PBSA.

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan masih memiliki ruang penguatan pada perdagangan awal pekan ini, di tengah sentimen global yang mulai membaik. BRI Danareksa Sekuritas mencatat peluang rebound tetap terbuka selama indeks mampu bertahan di atas area support krusial.

Dari pasar global, indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik 0,47 persen ke level 49.625. Indeks S&P 500 menguat 0,69 persen ke 6.909 dan Nasdaq melonjak 0,90 persen ke 22.886.

Penguatan bursa Amerika Serikat tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar emerging market, termasuk Indonesia, meski tensi geopolitik global masih membayangi.

Sementara itu, IHSG pada perdagangan terakhir ditutup terkoreksi tipis 0,03 persen ke level 8.271 dengan jual bersih asing Rp 360,91 miliar di pasar reguler.

Koreksi yang relatif terbatas ini sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang melemah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong sikap risk-off investor global.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai struktur tren IHSG masih berada dalam fase konstruktif. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 8.150–8.230, peluang penguatan menuju resistance psikologis 8.400 tetap terbuka.

Dari sisi sentimen domestik, pelaku pasar mencermati progres komunikasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait proposal kepada MSCI dan FTSE. Perkembangan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi arus dana asing ke pasar modal Indonesia.

Selain itu, dinamika lanjutan pasca pembatalan tarif Trump oleh Mahkamah Agung AS juga menjadi perhatian. Keputusan tersebut dinilai membuka ruang negosiasi dagang lanjutan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Di sisi lain, rilis data M2 money supply domestik turut menjadi katalis jangka pendek yang akan dicermati investor untuk membaca arah likuiditas dan potensi pergerakan pasar selanjutnya.

Dalam risetnya, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan yang dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar, yakni IMPC, ARCI, dan VKTR.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #ihsg #melesat #level #8300 #pada #senin #pagi

KOMENTAR