Pegadaian Bantah Emas Langka, Akui Proses Cetak Fisik Tersendat
Harga emas Pegadaian. Permintaan emas fisik di Pegadaian melonjak dalam waktu bersamaan dan memicu antrean proses cetak serta pengambilan emas. Perusahaan menargetkan seluruh permintaan yang tertunda dapat dipenuhi paling lambat akhir Februari 2026.(ANTARA FOTO/Yudi Manar)
09:08
15 Februari 2026

Pegadaian Bantah Emas Langka, Akui Proses Cetak Fisik Tersendat

- PT Pegadaian (Persero) membantah terjadi kelangkaan emas fisik. Bantahan muncul setelah keluhan nasabah ramai di media sosial karena gagal mencetak emas fisik.

Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan menyatakan ketersediaan emas dalam kondisi aman. Emas batangan berukuran besar seperti 1 kilogram atau 12 kilogram harus dipecah dan dicetak ulang menjadi ukuran kecil. Ukuran 0,5 gram dan 1 gram saat ini paling diminati.

Proses pencetakan tidak berlangsung instan. Tahapan pemecahan dan pencetakan memerlukan waktu.

“Untuk mencetak fisik itu tentunya perlu proses dari yang 1 kg atau yang 12 kg dipecah-pecah menjadi setengah gram, satu gram itu butuh prosesnya. Sebenarnya tidak ada kelangkaan, tapi hanya proses pencetakan yang sedikit terlambat,” ujar Damar kepada wartawan, dikutip Minggu (15/2/2026).

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 15 Februari 2026: Rp 3,25 Juta Per Gram

Ia mencatat antrean cetak fisik juga terjadi di galeri dan butik emas lain. Minat masyarakat disebut meningkat tajam. Banyak nasabah tabungan emas digital berbondong-bondong mengajukan pencetakan fisik.

"Nah kemarin kenapa ada kelangkaan? Semua fisik kelangkaan bukan hanya di Pegadaian mungkin di pasar juga kelangkaan dan animo masyarakat untuk mengambil cetak itu yang menurut kami sangat luar biasa minatnya. Yang dari tabungan online menjadikan untuk mencetak fisik," paparnya.

Damar menegaskan seluruh produk emas Pegadaian menggunakan prinsip underlying asset satu banding satu. Setiap emas yang dijual sudah tersedia secara fisik.

"Jadi kami sampaikan bahwa prinsip syariah itu harus satu banding satu dan itu kita ambil di Pegadaian. Jadi Pegadaian ini semua produk emasnya, barangnya udah ada, baru kita jual. Jadi prinsip satu banding satu itu berlaku," kata Damar.

Melalui akun Instagram resmi @pegadaian_id, manajemen sebelumnya menyampaikan lonjakan permintaan emas fisik secara bersamaan memicu antrean pencetakan dan pengambilan. Perseroan menargetkan seluruh permintaan tertunda terpenuhi paling lambat akhir Februari 2026.

Pegadaian memastikan likuiditas emas nasabah tetap aman. Nasabah yang membutuhkan dana cepat dapat memanfaatkan layanan gadai atau buyback Tabungan Emas melalui outlet maupun aplikasi digital Tring.

Di sisi lain, unggahan di media sosial menyoroti layanan cetak fisik emas. Seorang nasabah di Threads mengaku gagal mencetak emas meski transaksi di aplikasi dinyatakan berhasil.

Baca juga: Pergerakan Harga Emas dan Perak Melambat, Tren Bullish Dinilai Belum Berakhir

Akun tersebut menyampaikan kekecewaan setelah mendatangi kantor Pegadaian untuk mengambil emas fisik, tetapi proses disebut tidak dapat dilakukan. Ia juga mengklaim telah dijanjikan bantuan melalui layanan telepon, termasuk opsi refund, namun dana belum diterima.

“Hallo semua hari ini saya sudah ke kantor pegadaian tp hasilnya ZONK jadi cetak fisik emasku GAGAL dan tidak ada Pertanggung jawaban sama sekali alias aku di suruh pasrah. Hanya cuma janji manis terus tapi hasilnya tetep zonk. Kemarin via telfon pihak pegadaian blgnya biar dana refund kembali dan di bantu bisa cetak fisik kembali tp hari ini ke kantornya TIDAK bisa cetak fisik dan dana REFUND belum cair sampai sekarang. Sangat KECEWA dgn PEGADAIAN !!,” tulis akun @hanaillel.

Unggahan tersebut memicu ratusan komentar dan ribuan interaksi dari warganet.

Tag:  #pegadaian #bantah #emas #langka #akui #proses #cetak #fisik #tersendat

KOMENTAR