KAI Prediksi Penumpang KRL Mencapai 2 Juta Orang Per Hari pada 2030
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperikirakan jumlah penumpang KRL Jabodetabek akan terus mengalami peningkatan. Bahkan 4 tahun lagi, diperkirakan bisa mencapai 437 juta penumpang.
“Volume penumpang KRL Jabodetabek akan meningkat hingga 437 juta penumpang pada tahun 2030, dari realisasi sekitar 339 juta penumpang pada 2025,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam RDP dengan DPR beberapa pekan ini.
Berdasarkan catatan KAI, tren pertumbuhan rata-rata jumlah penumpang sekitar 4 persen per tahun. Sementara volume harian diperkirakan dapat mencapai sekitar 2 juta penumpang per hari pada 2030.
“KAI terus memperkuat layanan KRL Commuter Line Jabodetabek seiring pertumbuhan jumlah komuter lintas kota yang konsisten meningkat,” lanjut Bobby.
Baca juga: KRL Jabodetabek Diprediksi Tembus 437 Juta Penumpang pada 2030, KAI Perkuat Sarana dan Prasarana
Dia juga mendorong penguatan sarana dan prasarana dalam menunjang mobilitas KRL. Hal itu menjadi langkah strategis untuk memastikan kapasitas dan keselamatan layanan tetap terjaga.
Bobby mengatakan, kawasan Jabodetabek merupakan salah satu wilayah urban terbesar di Indonesia dengan mobilitas harian jutaan masyarakat.
KRL menjadi moda transportasi massal yang efisien dan berdaya angkut tinggi untuk mendukung produktivitas kawasan secara berkelanjutan.
“Penguatan layanan KRL merupakan kebutuhan struktural dalam mendukung pertumbuhan aglomerasi. Setiap hari, KRL melayani lebih dari satu juta masyarakat Jabodetabek,” kata dia.
“Selain sebagai layanan transportasi, tetapi infrastruktur produktivitas kota dan penggerak utama aktivitas ekonomi kawasan,” lanjut Bobby.
Baca juga: Kala Menhub Rasakan Perjalanan KRL Molor karena Gangguan Rel
Penguatan Sarana melalui Skema PMN dan Non-PMN
Untuk mengantisipasi pertumbuhan mobilitas yang terus meningkat, KAI menjalankan penguatan sarana melalui kombinasi dukungan negara dan investasi korporasi.
Saat ini telah beroperasi 11 trainset KRL baru produksi CRRC serta 4 trainset produksi PT INKA (Persero). Kehadiran rangkaian baru tersebut memperkuat kapasitas angkut di koridor-koridor padat Jabodetabek sekaligus mendukung peningkatan keandalan operasional.
Selain itu, KAI telah menandatangani kontrak pengadaan 16 trainset atau 192 unit KRL produksi PT INKA senilai Rp 3,85 triliun. Dari jumlah tersebut, 11 rangkaian ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 sebagai bagian dari program percepatan regenerasi sarana.
“Pengadaan sarana dilakukan melalui berbagai pendekatan pendanaan, baik dukungan pemerintah maupun investasi perusahaan, agar kapasitas layanan terus bertumbuh sejalan dengan kebutuhan mobilitas urban,” jelas Bobby.
Baca juga: Stasiun Jatake Beroperasi Akhir Januari 2026, Jadi Nilai Plus KRL Tanah Abang-Rangkasbitung
Secara keseluruhan, KAI saat ini mengoperasikan 1.088 unit KRL. Sebagian besar sarana tersebut telah berusia di atas 30 tahun dan secara bertahap akan memasuki masa konservasi.
Oleh karena itu, regenerasi sarana menjadi langkah strategis untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan layanan. KAI juga terus mendorong modernisasi prasarana untuk memastikan sistem transportasi siap menghadapi pertumbuhan penumpang jangka panjang.
Bobby mengatakan, modernisasi sarana dan prasarana dilakukan seperti pada lintas Rangkasbitung. Lalu, penguatan kapasitas kelistrikan di lintas padat seperti Manggarai–Bogor dan Manggarai–Bekasi.
Elektrifikasi lintas KRL sendiri telah mencapai 474,942 km dari 2017-2018, mencakup Bogor Line, Bekasi Line, Serpong Line, Tangerang Line, dan Tanjung Priok Line.
“Sebagai bentuk penguatan kualitas layanan, modernisasi dilakukan. Berupa sarana baru yang ditopang sistem kelistrikan, persinyalan, dan stasiun yang siap menghadapi pertumbuhan penumpang,” tegas Bobby.
Tag: #prediksi #penumpang #mencapai #juta #orang #hari #pada #2030