Ini Jam dan Stasiun Paling Padat di LRT Jabodebek Selama Januari 2026
- LRT Jabodebek mencatat pola jam sibuk pengguna transportasi di wilayah Jabodetabek selama periode Januari 2026. Kepadatan penumpang tertinggi terjadi pada pagi hari pukul 06.00–09.00 WIB dan sore hari pukul 16.00–20.00 WIB.
“Pada jam sibuk pagi, arus perjalanan didominasi pengguna dari wilayah penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta,” kata Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).
Selama periode tersebut, volume pengguna tertinggi tercatat terpusat di sejumlah stasiun utama.
Stasiun Harjamukti menempati posisi teratas dengan rata-rata 9.056 pengguna per hari, jauh melampaui stasiun lainnya dan menunjukkan perannya sebagai simpul mobilitas penting bagi masyarakat.
Baca juga: Penumpang LRT Jabodetabek Melonjak Signifikan, Tercatat 2,7 Juta Sepanjang Januari 2025
Data pengguna stasiun utama
Di bawah Harjamukti, Stasiun Cikunir 1 dan Stasiun Cikoko mencatat jumlah pengguna yang relatif berimbang.
Stasiun Cikunir 1 melayani rata-rata 4.273 pengguna per hari, sementara Stasiun Cikoko mencatat rata-rata 4.236 pengguna harian.
Sementara itu, Stasiun Jati Mulya dan Stasiun Bekasi Barat melengkapi daftar lima besar stasiun dengan volume pengguna tertinggi.
Stasiun Jati Mulya melayani rata-rata 3.616 pengguna per hari, disusul Stasiun Bekasi Barat dengan rata-rata 3.613 pengguna harian.
Pada periode tersebut, arus pengguna tertinggi tercatat di Stasiun Harjamukti dengan rata-rata 9.056 pengguna per hari, menjadikannya stasiun paling sibuk dibandingkan titik layanan lainnya.
Di bawahnya, Stasiun Cikunir 1 dan Stasiun Cikoko menunjukkan tingkat penggunaan yang relatif seimbang.
Stasiun Cikunir 1 melayani rata-rata 4.273 pengguna per hari, sementara Stasiun Cikoko mencatat rata-rata 4.236 pengguna harian.
Sementara itu, Stasiun Jati Mulya dan Stasiun Bekasi Barat melengkapi daftar lima besar stasiun dengan volume pengguna tertinggi.
Stasiun Jati Mulya mencatat rata-rata 3.616 pengguna per hari, diikuti Stasiun Bekasi Barat dengan rata-rata 3.613 pengguna harian.
Kepadatan jam sibuk sore
“Pada jam sibuk sore, kepadatan beralih ke stasiun-stasiun pusat kota sebagai titik awal perjalanan kembali ke wilayah penyangga,” ujar dia.
Pada periode ini, Stasiun Dukuh Atas menjadi titik dengan volume pengguna tertinggi, melayani rata-rata 11.217 pengguna per hari, dan Stasiun Kuningan menempati posisi berikutnya dengan rata-rata 10.275 pengguna per hari.
Sementara itu, Stasiun Rasuna Said dan Stasiun Pancoran mencatat volume yang cukup signifikan, masing-masing dengan rata-rata 5.716 dan 5.192 pengguna per hari, seiring tingginya kebutuhan perjalanan di koridor selatan Jakarta.
Adapun Stasiun Setiabudi melengkapi lima besar dengan rata-rata 4.333 pengguna harian.
“Data ini menunjukkan kapan pengguna berada pada tingkat kepadatan tertinggi. Bagi pengguna yang memiliki fleksibilitas waktu, menghindari jam sibuk bisa berarti mendapatkan tempat duduk, stasiun yang lebih tenang, serta pengalaman perjalanan yang lebih nyaman,” ujarnya.
Selain memberi manfaat langsung bagi pengguna, informasi ini juga digunakan LRT Jabodebek untuk menata operasional layanan, mulai dari pengaturan rangkaian, pola pelayanan, hingga evaluasi kebutuhan kapasitas di jam-jam tertentu.
“Dengan memahami pola ini, pengguna bisa menyesuaikan jam berangkat sesuai kebutuhan, sementara kami bisa mengelola layanan secara lebih presisi,” tambah Radhitya.
Radhitya menegaskan bahwa masyarakat bisa mendapat informasi rute, jadwal, dan tarif yang tersedia melalui kanal digital resmi LRT Jabodebek untuk membantu masyarakat menyesuaikan waktu dan arah perjalanan sesuai kebutuhannya.
“Pengguna bisa melakukan mobilitas yang lebih terencana, dengan tidak hanya menggunakan transportasi publik, tetapi juga mengoptimalkannya sesuai ritme aktivitas masing-masing,” tegas dia.
Baca juga: KAI Bakal Perluas Pin Prioritas LRT Jabodebek Tahun Ini
Tag: #stasiun #paling #padat #jabodebek #selama #januari #2026