Operasikan PLTS Atap, Perusahaan Kesehatan ini Tekan Emisi Karbon
Haleon Indonesia meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas produksinya di Pulogadung, Jakarta Timur. (Dok. SUN Energy)
20:28
27 Januari 2026

Operasikan PLTS Atap, Perusahaan Kesehatan ini Tekan Emisi Karbon

- Di tengah meningkatnya kebutuhan produk kesehatan konsumen di seluruh dunia, industri kesehatan dituntut untuk menerapkan standar keberlanjutan yang lebih kuat.

Selain memastikan keamanan serta kualitas produk, perusahaan perlu mengelola emisi operasional secara lebih bertanggung jawab.

Sejalan dengan upaya tersebut, Haleon melakukan berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan.

Direktur Pulogadung Site - Haleon Indonesia Suwandi Yulia Putra mengatakan, Haleon Indonesia baru saja meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas produksinya di Pulogadung, Jakarta Timur. "Fasilitas ini memainkan peran penting tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga dalam memasok produk ke sejumlah negara di Asia Tenggara," ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa (27/1/2026). Ia menambahkan, fasilitas ini menjadikannya salah satu lokasi manufaktur strategis dalam cetak biru (blueprint) keberlanjutan global Haleon.

Inisiatif PLTS Atap ini menjadi langkah penting dalam upaya menurunkan emisi operasional sekaligus memperkuat transisi energi bersih di sektor kesehatan nasional.

PLTS Atap berkapasitas 416,97 kWp tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 577.647 kWh energi hijau per tahun.

Pemanfaatan energi terbarukan ini berpotensi mengurangi lebih dari 449 ton CO?e per tahun, setara dengan kemampuan penyerapan karbon lebih dari 7.460 pohon setiap tahunnya.

Energi bersih ini akan langsung mendukung proses produksi berbagai produk kesehatan konsumen yang dibuat di Indonesia untuk pasar lokal maupun regional.

Ia menyampaikan bahwa pengoperasian PLTS Atap ini merupakan wujud nyata dari komitmen global yang diterjemahkan ke dalam aksi operasional di lapangan. “Operasional PLTS Atap pertama kami di Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjalanan dekarbonisasi Haleon. Langkah ini tidak hanya memperkuat komitmen global kami, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon,” jelas Suwandi.

Suwandi menuturkan, proyek PLTS Atap ini direalisasikan melalui kolaborasi dengan SUN Energy, penyedia layanan Sustainability-as-a-Service yang berfokus pada pengembangan solusi PLTS untuk sektor industri dan komersial.

CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, menyampaikan, industri kesehatan memiliki standar operasional yang sangat ketat. "SUN Energy siap menjadi mitra strategis dalam membangun proses produksi yang efisien, rendah emisi, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang,” jelas dia.

Menurut dia, inisiatif ini menjadi langkah penting dalam perjalanan jangka panjang Haleon untuk memperkuat standar operasional yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab di seluruh fasilitasnya.

SUN Energy melihat sektor kesehatan sebagai salah satu sektor dengan potensi besar dalam mempercepat penerapan energi bersih, seiring meningkatnya permintaan akan produk kesehatan yang aman, berkualitas, dan diproduksi secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, Haleon merupakan perusahaan kesehatan konsumen global yang menaungi merek-merek seperti Panadol, Sensodyne, Actifed, dan Voltaren.

Tag:  #operasikan #plts #atap #perusahaan #kesehatan #tekan #emisi #karbon

KOMENTAR