Uang Beredar Tumbuh Lebih Tinggi, Tembus Rp 10.133 Triliun
Ilustrasi rupiah. Apa yang Terjadi jika Rupiah Melemah dan Tembus Rp 17.000? Ini Kata Ekonom (SHUTTERSTOCK/RODWORKS)
13:44
23 Januari 2026

Uang Beredar Tumbuh Lebih Tinggi, Tembus Rp 10.133 Triliun

- Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh lebih tinggi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, pertumbuhan M2 pada Desember 2025 sebesar 9,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) Desember 2025 lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,3 persen yoy menjadi senilai Rp 10.133,1 triliun.

"Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh lebih tinggi," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan komposisinya, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,5 persen (yoy).

Perkembangan M2 pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada pemerintah pusat dan penyaluran kredit.

Penyaluran kredit pada periode ini tumbuh sebesar 9,3 persen (yoy), pertumbuhan ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya tumbuh sebesar 7,9 persen (yoy). Tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh sebesar 13,6 persen (yoy), pertumbuhan ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya tumbuh sebesar 8,7 persen (yoy).

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 8,9 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada November 2025 sebesar 9,7 persen (yoy).

Sebagai informasi, uang beredar dalam arti luas (M2) mencakup uang kartal, giro rupiah, uang elektronik, tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu, uang kuasi, serta surat berharga yang diterbitkan sistem moneter dengan jangka waktu hingga satu tahun.

Tag:  #uang #beredar #tumbuh #lebih #tinggi #tembus #10133 #triliun

KOMENTAR