Kementerian PU–Adhi Karya Pulihkan Jalur Vital Aceh Pascabanjir
Aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah Aceh mulai bergerak kembali sekitar sebulan setelah banjir bandang melumpuhkan jalur-jalur utama distribusi dan transportasi.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, BUMN karya, TNI, dan mitra konstruksi lokal mempercepat pemulihan infrastruktur vital.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menjalankan penugasan negara di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendukung pemulihan infrastruktur pascabencana.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan penanganan permanen secara bertahap tujuh jembatan di 28 titik longsor di ruas jalan nasional yang terdampak bencana banjir bandang di Provinsi Aceh.
Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago, menyampaikan percepatan pemulihan dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab perseroan dalam menjalankan penugasan negara.
“Akses infrastruktur adalah fondasi pemulihan, karena ketika jalan dan jembatan kembali berfungsi, distribusi bantuan, aktivitas ekonomi, dan layanan publik dapat bergerak bersamaan,” ujar Moeharmein dalam siaran pers, Rabu (21/1/2026).
Dukungan juga melibatkan TNI AD serta kontraktor lokal guna memulihkan akses transportasi yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik.
Salah satu fokus utama pemulihan berada di jalur nasional Banda Aceh–Medan yang sempat terputus akibat banjir bandang pada 27 November 2025. Jalur tersebut kini kembali tersambung melalui Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen.
ADHI bersama kontraktor lokal PT Krueng Meuh menyelesaikan pembangunan jembatan darurat sepanjang lebih dari 60 meter dalam waktu 18 hari.
Pembangunan jembatan tersebut didukung oleh 33 personel Zeni Kodam Iskandar Muda yang bekerja secara intensif.
Jembatan Bailey dengan kapasitas beban hingga 30 ton itu kini telah melayani kendaraan roda dua hingga truk logistik, memungkinkan arus barang dan mobilitas masyarakat kembali berjalan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menyelesaikan pemasangan Jembatan Bailey Krueng Beutong di Kecamatan Beutong Ateuh Benggala, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.
Bagi masyarakat Bireuen dan kabupaten sekitarnya, berfungsinya kembali jembatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penyelesaian pekerjaan konstruksi.
Akses pasar lintas wilayah kembali terbuka, distribusi kebutuhan pokok yang sebelumnya melambat mulai berangsur normal, serta layanan publik dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
Pemulihan infrastruktur juga dilakukan di wilayah Pidie Jaya. Jembatan Krueng Meureudu yang menghubungkan lintas timur Aceh telah kembali fungsional setelah penanganan darurat rampung pada 12 Desember 2025 lalu.
Selain pembangunan jembatan, ADHI juga melakukan mobilisasi alat berat ke sejumlah titik kritis sejak akhir November 2025.
Excavator dan dump truck dimobilisasi ke Aceh Tamiang, ruas Blangkejeren–Kutacane, Bireuen–Takengon, hingga Pidie. Alat berat tersebut digunakan untuk membuka akses jalan, membersihkan material longsor, serta menyiapkan lahan bagi pembangunan infrastruktur darurat.
Dalam skala lebih luas, Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan sekitar 1.400 personel dan 1.854 unit alat berat untuk mendukung pemulihan konektivitas pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di Aceh, ADHI menjadi salah satu BUMN karya yang berkontribusi melalui pembangunan jembatan darurat serta mobilisasi alat berat di titik-titik prioritas.
Tag: #kementerian #puadhi #karya #pulihkan #jalur #vital #aceh #pascabanjir