Menperin Harap Sritex Bisa Diselamatkan
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.(Dok. Kemenperin)
08:12
21 Januari 2026

Menperin Harap Sritex Bisa Diselamatkan

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, berharap raksasa tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) bisa diselamatkan.

Sritex diketahui merupakan perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara yang dinyatakan pailit dan berhenti beroperasi pada 1 Maret 2025.

Agus menyayangkan jika sampai aset-aset Sritex dijual untuk membayar tanggungan pembayaran.

"Sritex itu sayang kalau memang harus kita likuidasi. Sayang. Jadi memang kalau bisa kita selamatkan dengan konsep ownership yang berbeda, saya kira itu," kata Agus saat ditemui di Kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Di sisi lain, Agus juga memandang pemerintah memiliki tekad membangun dan mengembangkan kembali industri tekstil dari tingkat hulu hingga hilir.

Hal itu tecermin dari rencana pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tekstil melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

“Saya kira itu kan bagian dari pemerintah untuk mengembangkan industri tekstil dari hulu sampai ke, dari hulu, intermediate sampai ke hilir,” ujar politikus Partai Golkar tersebut.

BUMN tekstil, kata Agus, menjadi upaya pemerintah menghidupkan sektor industri tersebut.

Adapun industri tekstil dalam negeri berjatuhan dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya karena gempuran impor pakaian jadi dari luar negeri dengan harga yang sangat murah.

Menurut Agus, rencana pemerintah menggelontorkan anggaran lebih dari Rp 100 triliun akan mengisi kekosongan sektor tekstil dan produk tekstil (TPT).

“Ya tentu pemerintah ya berdasarkan arahan dari Pak Presiden menyiapkan dana sekitar Rp 100 triliun itu,” kata Agus.

Arahan Presiden

Rencana pemerintah membentuk BUMN tekstil sebelumnya diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, pembentukan BUMN tekstil merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 11 Januari lalu.

“BUMN baru khusus tekstil akan dibentuk, bukan menghidupkan perusahaan lama,” kata Airlangga.

Di sisi lain, pemerintah juga bakal menyusun peta jalan atau roadmap penguatan industri TPT.

Kajian awal peta jalan itu, menurut dia, sudah selesai.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut, BUMN tekstil akan mengelola komoditas garmen dan tekstil.

Menurutnya, rencana tersebut disepakati setelah PT Sritex bangkrut dan tutup pada 1 Maret 2025.

“Kita harapkan dalam waktu dekat prosesnya selesai agar kegiatan ekonomi Sritex tetap berjalan meski statusnya pailit,” ujar Prasetyo dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/1/2026).

Tag:  #menperin #harap #sritex #bisa #diselamatkan

KOMENTAR