Temui Purbaya, AHY Akan Bentuk Komite Nasional Bereskan Utang Kereta Cepat
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono ditemui di Kementerian Keuangan pada Selasa (20/1/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )
20:12
20 Januari 2026

Temui Purbaya, AHY Akan Bentuk Komite Nasional Bereskan Utang Kereta Cepat

- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan jika pemerintah akan membentuk Komite Nasional Kereta Cepat terkait utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Hal ini diungkapkan AHY usai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan pada Selasa (20/1/2026) sore.

"Komite ini penting untuk bisa mengambil langkah-langkah strategis maupun taktis proyek kereta cepat,” ujar AHY ditemui di Kementerian Keuangan pada Selasa (20/1/2026).

Lebih jauh AHY menyebut jika pembentukan komite untuk mendorong penyelesaian restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sekaligus menyiapkan pengembangan proyek hingga Surabaya.

Nantinya komite nasional tersebut akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga.

Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan bertindak sebagai koordinator, mengingat proyek kereta cepat berkaitan erat dengan konektivitas, infrastruktur, dan pengembangan wilayah.

Kemenkeu kata AHY, akan dilibatkan secara insentif apalagi menyangkut tentang aspek pendanaan ke depan.

Lebih jauh AHY juga menyebut adanya rencana pemerintah melakukan pembangunan kereta cepat Jakarta–Surabaya yang didanai melalui APBN, AHY tidak menjelaskan secara pasti.

Namun langkah itu masih memerlukan pembahasan dan koordinasi lebih lanjut.

Saat ini, pemerintah masih memfokuskan perhatian pada restrukturisasi keuangan proyek KCJB. “Ini masih perlu diskusi dan koordinasi yang lebih ketat. Fokus kami saat ini adalah duduk bersama untuk menyelesaikan restrukturisasi keuangan Jakarta-Bandung,” tuturnya.

Menurutnya, restrukturisasi ini penting agar tidak menimbulkan risiko yang tidak diinginkan di kemudian hari.

AHY mengatakan, saat ini pemerintah masih mencari solusi terbaik terkait penyelesaian utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Prinsipnya akan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, di mana negara juga akan mengambil tanggung jawab terkait struktur keuangan.

Sebelumnya, dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025 (unaudited) yang dipublikasikan di situs resminya, entitas anak KAI, PT PSBI, tercatat merugi hingga Rp 4,19 miliar sepanjang 2024.

Artinya, dalam sehari saja bila menghitung dalam setahun ada 365 hari, konsorsium BUMN Indonesia harus menanggung rugi dari beban KCIC sebesar Rp 11,49 miliar per hari.

Kerugian itu masih berlanjut tahun ini.

Hingga semester I-2025 atau periode Januari–Juli, PSBI sudah membukukan kerugian sebesar Rp 1,62 miliar.

Tag:  #temui #purbaya #akan #bentuk #komite #nasional #bereskan #utang #kereta #cepat

KOMENTAR