PLN Pulihkan Listrik di 6.432 Desa Aceh, 68 Desa Masih Gunakan Genset
PT PLN (Persero) melaporkan sebanyak 6.432 desa atau sekitar 98,9 persen desa di Aceh sudah kembali menikmati aliran listrik pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda November 2025 lalu.
Sementara sekitar 1,04 persen atau 68 desa belum teraliri listrik dan terus diupayakan pemulihannya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pemulihan kelistrikan Aceh dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, serta keselamatan masyarakat.
"Sejak sistem kelistrikan besar Aceh pulih, kami langsung memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga ke desa-desa. Alhamdulillah, hingga saat ini hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).
Terkait 68 desa yang belum teraliri listrik, desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, meliputi Kabupaten Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
PLN memastikan proses pemulihan di wilayah-wilayah tersebut terus berjalan hingga seluruh desa kembali teraliri listrik secara normal.
"Desa-desa yang masih padam berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses jalan di sejumlah lokasi terputus, rusak parah, atau bahkan hilang akibat banjir dan longsor, sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu serta upaya ekstra," jelas Darmawan.
Sembari upaya proses perbaikan jaringan listrik terus berjalan, 68 desa tersebut akan tetap mendapatkan pasokan energi listrik melalui dukungan Program 1.000 Genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Meskipun jaringan distribusi belum pulih total akibat kendala akses, kehadiran genset darurat di desa-desa tersebut menjadi solusi agar aktivitas masyarakat tidak terhenti.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kondisi kerusakan infrastruktur jalan darat yang terputus total menuju lokasi-lokasi terisolir.
Tercatat terdapat 171 titik longsor yang menutup akses serta 14 jembatan rusak yang membuat mobilisasi alat berat dan material kelistrikan mengalami hambatan serius.
"Komitmen kami adalah pemulihan jaringan permanen secepat mungkin. Namun, keselamatan petugas dan kemampuan akses alat berat sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan," kata dia.
Ia memastikan PLN terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah (pemda) terkait upaya pembukaan akses di lapangan. Konsentrasi tim saat ini berada di wilayah-wilayah yang masih terisolir.
Di Aceh Tengah, terdapat 36 desa yang sedang diupayakan pemulihan jaringan permanennya, disusul Bener Meriah sebanyak 13 desa, serta beberapa desa di Gayo Lues dan Aceh Tamiang.
“Petugas kami di lapangan terus bersiaga di titik terdekat dengan lokasi longsor. Begitu akses memungkinkan untuk dilewati, tim teknis kami akan langsung masuk untuk melakukan perbaikan tiang dan kabel yang roboh akibat bencana," jelas Eddi.
Sebelumnya, pada pertengahan Desember 2025, sistem kelistrikan utama Aceh telah berhasil dipulihkan, ditandai dengan beroperasinya kembali seluruh gardu induk yang didukung pembangkit dan jaringan transmisi secara normal.
Pemulihan sistem utama tersebut menjadi fondasi penting bagi percepatan penyaluran listrik ke seluruh masyarakat Aceh.
Tag: #pulihkan #listrik #6432 #desa #aceh #desa #masih #gunakan #genset