Volume Angkutan Limbah B3 KAI Logistik Tembus 14.256 Ton
Ilustrasi KAI Logistik.(DOK. KAI LOGISTIK)
17:56
17 Januari 2026

Volume Angkutan Limbah B3 KAI Logistik Tembus 14.256 Ton

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan kinerja positif pada layanan angkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Hingga Desember 2025, volume angkutan limbah B3 tumbuh 37 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), dari 10.386 ton pada 2024 menjadi 14.256 ton pada 2025.

Capaian tersebut disebut telah melampaui 66 persen dari target tahunan yang ditetapkan perusahaan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan barang sepanjang Januari?November 2025. Total barang energi dan logistik yang diangkut mencapai 63,6 juta ton.DOK. KAI LOGISTIK PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan barang sepanjang Januari?November 2025. Total barang energi dan logistik yang diangkut mencapai 63,6 juta ton.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap kapabilitas perusahaan dalam menyediakan layanan angkutan limbah B3 yang andal dan sesuai regulasi.

Menurut dia, pengelolaan limbah B3 merupakan tantangan tersendiri karena menuntut sistem logistik yang aman, terintegrasi, dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku.

“Angkutan limbah B3 memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan dan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, pemilihan moda dan layanan angkutan menjadi elemen penting dalam memastikan pengelolaan limbah yang aman dan bertanggung jawab dan selaras dengan komitmen keberlanjutan," kata Aniek dalam siaran pers, Sabtu (17/1/2026).

Aniek menuturkan, seluruh pengangkutan B3 oleh KAI Logistik dilakukan berdasarkan surat Rekomendasi Pengangkutan B3 melalui Kereta Api, yang memastikan jalur, titik muat, dan bongkar di wilayah Pulau Jawa telah memenuhi standar teknis dan administratif sesuai regulasi lingkungan dan perkeretaapian.

Aniek menjelaskan, moda kereta api memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan moda transportasi lain, terutama dari sisi keselamatan dan pengendalian risiko.

Jalur khusus kereta dinilai mampu meminimalkan potensi kecelakaan maupun pencemaran. Selain itu, KAI Logistik telah mengantongi izin resmi untuk seluruh jenis konten limbah B3 yang diangkut, sehingga memberikan kepastian kepatuhan regulasi sekaligus rasa aman bagi pelanggan industri.

KAI Logistik menjalankan angkutan limbah B3 sebagai upaya diversifikasi bisnis. DOK. KAI LOGISTIK KAI Logistik menjalankan angkutan limbah B3 sebagai upaya diversifikasi bisnis.

Lebih lanjut, perusahaan menerapkan standar operasional yang ketat dalam setiap pengiriman limbah B3.

Prosedur tersebut mencakup pengawalan oleh petugas tersertifikasi serta pemeriksaan berkala di empat titik pemeriksaan (check point) untuk meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan selama proses pengangkutan.

Menurut Aniek, pertumbuhan layanan angkutan limbah B3 juga menjadi bagian dari kontribusi KAI Logistik dalam mendukung agenda green logistics nasional.

“Selain lebih efisien dan aman, penggunaan kereta api turut membantu menekan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan komitmen kami dalam menghadirkan solusi logistik terintegrasi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan,” terang dia.

Layanan angkutan limbah B3 merupakan salah satu layanan strategis KAI Logistik yang telah dikembangkan sejak 2018.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan memperoleh rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun untuk pengangkutan limbah B3 menggunakan moda kereta api.

Saat ini, layanan tersebut melayani rute Kalimas–Nambo sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan limbah industri yang aman dan terintegrasi.

Ke depan, KAI Logistik berupaya mengembangkan layanan melalui sejumlah langkah inovasi guna meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi operasional, antara lain pengembangan terminal Kalimas dan Nambo agar ke depan dapat melayani aktivitas bongkar maupun muat di masing-masing terminal.

Perseroan juga membuka peluang pengembangan titik layanan baru untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia jasa logistik limbah B3 yang berizin lengkap dan berorientasi pada keberlanjutan.

Tag:  #volume #angkutan #limbah #logistik #tembus #14256

KOMENTAR