Daftar Lima Negara Investor Terbesar di Indonesia pada 2025
– Penanaman Modal Asing (PMA) ke Indonesia sepanjang 2025 masih ditopang oleh lima negara utama. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, Singapura kembali menjadi penyumbang terbesar investasi asing ke Tanah Air.
Sepanjang 2025, realisasi PMA mencapai Rp 900,9 triliun atau berkontribusi 46,6 persen terhadap total investasi nasional sebesar Rp 1.931,2 triliun.
Dari jumlah tersebut, investasi asal Singapura tercatat 17,4 miliar dollar AS atau setara Rp 293,72 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.891 per dollar AS.
“Memang secara konsisten Singapura ini lebih dari 10 tahun terakhir selalu di nomor satu dengan nilai 17,4 miliar dollar AS atau sekitar 30,1 persen,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam konferensi pers, Kamis (15/1/2026).
Hong Kong dan China Menyusul
Di posisi kedua, Hong Kong mencatatkan investasi sebesar US$ 10,6 miliar. Sementara itu, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berada di peringkat ketiga dengan nilai investasi 7,5 miliar dollar AS.
Selanjutnya, Malaysia menempati posisi keempat dengan investasi 4,5 miliar dollar AS, disusul Jepang sebesar 3,1 miliar dollar AS. Dengan capaian tersebut, Jepang kembali masuk lima besar investor asing di Indonesia, menggantikan posisi Amerika Serikat (AS).
Rosan menjelaskan, pemerintah hingga kini masih memisahkan pencatatan investasi Hong Kong dan RRT. Namun, jika digabungkan, total investasi dari kedua wilayah tersebut berpotensi melampaui Singapura.
“Kalau Hong Kong dan RRT digabung, angkanya pasti melewati Singapura. Tapi saat ini kita masih pisahkan,” jelasnya.
Menurut Rosan, komposisi negara investor di lima besar cenderung bergantian, terutama antara Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Korea Selatan. Pemerintah terus mendorong agar arus investasi dari berbagai negara dapat tumbuh lebih merata.
Investasi asing ke Indonesia sepanjang 2025 masih didominasi lima negara. Singapura kembali menjadi penyumbang terbesar, disusul Hong Kong dan China.
Investasi Hilirisasi Meluas
Selain asal negara, Rosan menyoroti peningkatan investasi asing di sektor hilirisasi. Sepanjang 2025, kontribusi investasi hilirisasi tercatat melampaui 30 persen dari total realisasi investasi.
Angka ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran 25–28 persen.
Ia menuturkan, hilirisasi tidak lagi hanya berfokus pada sektor mineral. Investasi mulai meluas ke sektor perkebunan dan kelautan, termasuk komoditas perikanan seperti tuna, cakalang, dan tongkol.
Perluasan hilirisasi ke sektor non-mineral dinilai penting karena memiliki dampak penyerapan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan sektor mineral, meski nilai investasinya relatif lebih kecil.
PMA Dominasi Hilirisasi
Dari sisi sumber pendanaan, investasi hilirisasi masih didominasi PMA dengan porsi sekitar 80,5 persen. Hal ini sejalan dengan kebutuhan teknologi tinggi yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri.
Meski demikian, pemerintah terus mendorong alih teknologi serta penguatan riset dan pengembangan (R&D) di dalam negeri.
“Sudah ada perusahaan dari China yang sepakat memindahkan R&D dan hak patennya ke Indonesia, khususnya di bidang mineral dan daur ulang. Ini bagian dari upaya menjaga keberlanjutan dan sustainability,” pungkas Rosan.
(Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Rosan Ungkap Lima Negara Top Investor RI Sepanjang 2025, Singapura Hingga Jepang
Tag: #daftar #lima #negara #investor #terbesar #indonesia #pada #2025