Perkuat Desain Chip, Indonesia Bidik Jadi Pemain Semikonduktor Dunia
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berbincang dengan Ketua Umum Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC) Trio Adiono di Jakarta, Selasa (13/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI KEMENPERIN)
21:44
13 Januari 2026

Perkuat Desain Chip, Indonesia Bidik Jadi Pemain Semikonduktor Dunia

- Indonesia melangkah masuk ke dalam rantai nilai global (global value chain/GVC) industri semikonduktor bertaraf internasional dengan memperkuat kapabilitas desain chip nasional.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang digelar pada Selasa (13/1/2026).

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya akselerasi penguatan industri semikonduktor nasional, dengan fokus utama pada pengembangan chip design sebagai pintu masuk Indonesia ke rantai pasok global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk mensinergikan program riset, pendidikan, dan pengembangan talenta chip design dengan kebijakan industrialisasi nasional.

"Dukungan pemerintah dan sektor swasta diharapkan dapat mempercepat terbentuknya ekosistem chip design yang kuat, terstruktur, dan terhubung dengan kebutuhan industri global," ujar Agus lewat keterangan pers.

Sejak inisiatif awal pada 2022, ICDEC telah menyampaikan visi strategis kepada Kemenperin mengenai pentingnya penguasaan desain chip sebagai tulang punggung industri berteknologi tinggi.

Penguasaan ini dinilai menjadi prasyarat untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam ekosistem semikonduktor global.

Dalam forum tersebut, ICDEC menegaskan penguatan industri semikonduktor nasional harus dimulai dari riset dan pendidikan chip design.

Langkah ini diharapkan mampu melahirkan talenta muda Indonesia yang kompeten, berdaya saing global, serta siap berkontribusi langsung dalam ekosistem semikonduktor internasional.

Titik Masuk Strategis

Chairman ICDEC Trio Adiono menegaskan bahwa penguasaan desain chip merupakan titik masuk strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok global semikonduktor.

"Chip design adalah titik masuk strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok global semikonduktor.

Melalui kolaborasi riset dan pendidikan yang konsisten, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen pengetahuan, talenta, dan solusi bagi Indonesia," ucapnya.

Ia menambahkan, kolaborasi yang dibangun ICDEC tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga melibatkan negara-negara sahabat sebagai bagian dari semangat Indonesia sebagai global citizen dalam ekosistem teknologi dunia.

Saat ini, sejumlah mitra korporasi nasional telah bergabung dan melakukan riset bersama ICDEC, di antaranya NICSLAB, Polytron, INTI, Samator, dan LEN.

Kolaborasi tersebut diperkuat dengan dukungan mitra global seperti Cadence, MEDs, Qualcomm, High Tech NL, IMEC, ASML, serta Fraunhofer, yang berperan penting dalam membangun jejaring dan transfer pengetahuan industri semikonduktor kelas dunia.

Pertemuan tersebut juga dipandang sebagai momentum penting untuk mempertegas peran ICDEC sebagai platform kolaboratif yang menjembatani pemerintah, akademisi, industri, serta mitra internasional dalam membangun kedaulatan teknologi nasional.

Pada saat yang sama, langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi Indonesia menuju negara dengan kapabilitas industri semikonduktor yang diakui, tidak hanya di kawasan ASEAN, tetapi juga di tingkat global.

Fondasi Masa Depan Sektor Otomotif

Pemerintah mulai menaruh perhatian serius pada pengembangan industri semikonduktor sebagai fondasi masa depan sektor otomotif nasional.

Isu ini menjadi salah satu topik yang dibahas Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Minggu (11/1/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya menyampaikan, pembahasan tersebut diarahkan pada penguatan industri berteknologi tinggi, yang ke depan akan jadi penopang utama industri otomotif, elektronik, hingga digital di Indonesia.

"Hal ini ditujukan untuk membangun industri chip (semikonduktor) masa depan Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk industri otomotif, digital, dan elektronik," dikutip keterangannya melalui akun @sekretariat.kabinet.

Menurutnya, industri semikonduktor memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemandirian industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Ketergantungan sektor otomotif terhadap chip diprediksi terus meningkat, seiring berkembangnya kendaraan listrik, sistem bantuan pengemudi (ADAS), serta teknologi konektivitas dan digitalisasi kendaraan.

Melalui investasi dan pembangunan ekosistem semikonduktor, pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar otomotif dan elektronik, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi dan inovasi teknologi global.

Agenda Hilirisasi Nasional

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah mempersiapkan ekosistem pendukung industri semikonduktor, sebagai kelanjutan dari agenda hilirisasi nasional.

"Melanjutkan hilirisasi industri, dengan ditandani perjanjian perdagangan Amerika sudah mulai tertarik untuk mendorong semikonduktor di Indonesia, ini yang sekarang juga sedang dipersiapkan ekosistemnya," kata Airlangga dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026, Jumat (15/8/2025).

Pengembangan industri semikonduktor juga telah masuk dalam daftar sektor prioritas investasi nasional yang tertuang dalam RPJMN 2025–2029 dan Asta Cita.

Pemerintah melihat peluang besar karena Indonesia memiliki ketersediaan bahan baku utama, seperti silika, tembaga, bauksit, dan emas.

Tag:  #perkuat #desain #chip #indonesia #bidik #jadi #pemain #semikonduktor #dunia

KOMENTAR