BRI Terbitkan Surat Berharga Komersial Rp 500 Miliar
Direktur Utama BRI Hery Gunardi saat ditemui di Menara BRILian, Jakarta, Selasa (16/12/2025).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
14:16
13 Januari 2026

BRI Terbitkan Surat Berharga Komersial Rp 500 Miliar

- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp 500 miliar.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, hal ini sebagai bagian dari strategi pengelolaan likuiditas jangka pendek yang berkelanjutan.

Dengan struktur yang fleksibel dan tata kelola yang kuat, SBK BRI akan memperkuat pengelolaan likuiditas secara prudent serta mendukung transmisi kebijakan dan pendalaman sistem keuangan nasional.

"Kami meyakini bahwa keberhasilan penerbitan SBK BRI ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran BRI pada pengembangan instrumen pasar uang nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).

Selain itu, SBK ini diharapkan dapat menjadi alternatif pendanaan jangka pendek yang efisien dan memberikan pilihan investasi dengan imbal hasil kompetitif bagi investor.

Adapun SBK BRI diterbitkan dalam empat tenor dengan besaran diskonto yang berbeda, yaitu tenor 1 bulan 4,5 persen, 3 bulan 4,60 persen, 6 bulan 4,85 persen, dan 12 bulan 4,95 persen.

SBK BRI memperoleh peringkat IdA+ (highest sort term rating) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atau setara dengan AAA untuk surat utang jangka panjang.

Dalam struktur penerbitan, BRI selaku penerbit, bekerjasama dengan BRI Danareksa Sekuritas selaku arranger.

"Ke depan, BRI akan terus mendorong inovasi produk, memperluas basis investor, serta memastikan seluruh inisiatif pembiayaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik," ucapnya.

Instrumen ini dirancang tidak hanya sebagai alternatif pendanaan jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan instrumen pasar uang yang transparan, kredibel dan berdaya saing.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menambagkan, saat ini pendalaman pasar uang berperan sangat penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah ketidakpastian global.

Pasalnya, kehadiran alternatif instrumen jangka pendek seperti SBK BRI tidak hanya memperkuat struktur pendanaan perbankan, tetapi juga memberikan pilihan investasi yang lebih beragam bagi investor.

"Upaya bersama dalam memperdalam pasar keuangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan," kata Destry.

Tercatat sejak tahun 2016 hingga 2025, BRI secara reguler telah melakukan penerbitan surat utang Rupiah dengan rating tertinggi dari Pefindo.

Peringkat tertinggi dari Pefindo tersebut mencerminkan profil permodalan yang sangat kuat, kualitas aset yang terjaga, serta kemampuan BRI dalam memenuhi komitmen keuangan.

Tag:  #terbitkan #surat #berharga #komersial #miliar

KOMENTAR