Kementerian PU dan Hutama Karya Tangani Darurat Banjir dan Longsor di Ruas Tarutung–Sibolga
PT Hutama Karya (Persero) memperbaiki sejumlah ruas Jalan Tol Binjai-Langsa yang terdampak banjir bandang Sumatera.(Dokumentasi: Hutama Karya)
15:40
12 Januari 2026

Kementerian PU dan Hutama Karya Tangani Darurat Banjir dan Longsor di Ruas Tarutung–Sibolga

PT Hutama Karya (Persero) melaksanakan penanganan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di sejumlah ruas jalan nasional di Provinsi Sumatera Utara yang dipercayakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Penanganan dilakukan untuk membuka kembali akses jalan yang terdampak sekaligus memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga demi kelancaran aktivitas masyarakat.

Aksi cepat tanggap Kementerian PU bersama Hutama Karya tercatat telah berlangsung sejak awal Desember 2025 dan masih berjalan hingga saat ini, dengan fokus membantu warga terdampak agar dapat kembali beraktivitas secara normal.

PT Hutama Karya (Persero) akan melakukan pengaturan lalu lintas berupa pengalihan jalur sementara (detour) di Jalan Ruas Sp Palas-Bts Kota Pekanbaru KM 17+500. Ini sehubungan dengan kelanjutan proyek Jembatan Overpass STA 203+279 di Tol Lingkar Pekanbaru yang menghubungkan Pekanbaru menuju Minas.Dok. PT Hutama Karya (Persero) PT Hutama Karya (Persero) akan melakukan pengaturan lalu lintas berupa pengalihan jalur sementara (detour) di Jalan Ruas Sp Palas-Bts Kota Pekanbaru KM 17+500. Ini sehubungan dengan kelanjutan proyek Jembatan Overpass STA 203+279 di Tol Lingkar Pekanbaru yang menghubungkan Pekanbaru menuju Minas.

Fokus pada ruas strategis Tarutung–Sibolga

Di Sumatra Utara, Hutama Karya mendapat mandat dari Kementerian PU untuk menangani satu paket tanggap darurat sektor Bina Marga, yaitu pada ruas Tarutung–Sibolga.

Ruas tersebut mencakup wilayah Adiankoting, Meranti, Simpang 3 Rampa, Mardame, Pagaran Lambung II, Dolok Nauli, hingga Kecamatan Sitahuis.

Ruas Tarutung–Sibolga merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah Tapanuli Utara, sebagian Tapanuli Tengah, serta Kota Sibolga dan sekitarnya. Total panjang ruas jalan yang dilakukan pemulihan akses mencapai 69 kilometer.

Hingga 4 Januari 2026, Hutama Karya telah mengerahkan 72 personel yang terdiri dari tim pelaksana, tim kesehatan dan keselamatan kerja (HSE), operator, serta tenaga pendukung lainnya.

Upaya penanganan juga didukung oleh berbagai peralatan berat, antara lain excavator PC300 dan PC200, wheel loader, dump truck, bulldozer, smooth vibro roller, alat bor log, steel sheet pile, serta trado trailer.

Jembatan Bailey di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh yang dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero).Dok. PT Hutama Karya (Persero) Jembatan Bailey di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh yang dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero).

Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung pembukaan akses dan pengamanan ruas jalan terdampak. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar untuk mengutamakan keselamatan warga dan para pengguna jalan.

Tantangan cuaca dan medan berat

Selama proses penanganan, tim di lapangan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu serta medan yang cukup berat.

Untuk itu, Hutama Karya menyesuaikan metode kerja dan penempatan alat berat secara bertahap, disertai pengamanan area kerja dan pengaturan lalu lintas sementara.

Langkah tersebut dilakukan agar pembukaan akses jalan tetap berjalan aman sekaligus membantu masyarakat dan pengguna jalan kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.

Pekerjaan yang dilaksanakan dalam penanganan darurat ini meliputi pembersihan badan jalan dari material longsoran, pelebaran badan jalan, pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor, pekerjaan galian, serta pembukaan saluran aliran air di sekitar area masuk jembatan.

Selain itu, Hutama Karya juga melakukan pemasangan safety line dan pembuatan matras di sejumlah titik rawan.

Perusahaan juga melaksanakan pengambilan data LiDAR dan soil investigation di 103 titik sebagai bagian dari pemetaan kondisi lapangan untuk mendukung penanganan lanjutan.

Percepatan mobilisasi personel dan peralatan

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa percepatan penanganan menjadi prioritas dalam kondisi darurat.

“Dalam situasi darurat, Kementerian PU bergerak cepat bersama Hutama Karya untuk mengambil mobilisasi personel dan peralatan ke lokasi terdampak untuk membuka kembali akses jalan. Langkah ini dilakukan agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat kembali berjalan secara bertahap,” ujar Mardiansyah dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).

PT Hutama Karya (Persero) menangani pemulihan akses di ruas jalan nasional Takengon Blangkejeren?Kutacane (Jalan Nasional Serkil) melalui tiga segmen.Dok. PT Hutama Karya (Persero) PT Hutama Karya (Persero) menangani pemulihan akses di ruas jalan nasional Takengon Blangkejeren?Kutacane (Jalan Nasional Serkil) melalui tiga segmen.

Seiring dengan berjalannya penanganan tanggap darurat, akses pada ruas Tarutung–Sibolga kini berangsur pulih dan kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pemulihan ini memberikan manfaat langsung, terutama dalam mendukung mobilitas harian, aktivitas ekonomi, serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok di wilayah terdampak.

Data lapangan untuk penanganan lanjutan

Dalam rangka memastikan keberlanjutan penanganan, Hutama Karya juga melakukan pemetaan teknis melalui pengambilan data LiDAR dan soil investigation di 103 titik di sepanjang ruas terdampak.

Data ini digunakan untuk memetakan kondisi lapangan secara lebih rinci dan menjadi dasar bagi langkah penanganan berikutnya.

“Penanganan darurat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Hutama Karya dalam memperkuat ketahanan infrastruktur jalan di wilayah rawan bencana. Pembukaan kembali akses menjadi langkah awal sebelum dilakukan penanganan yang lebih permanen, serta akan terus diikuti dengan koordinasi bersama pemerintah untuk memastikan infrastruktur jalan di Sumatra Utara semakin aman dan andal,” tutur Mardiansyah.

Tag:  #kementerian #hutama #karya #tangani #darurat #banjir #longsor #ruas #tarutungsibolga

KOMENTAR