Dollar AS Menguat, Rupiah Bertahan di Tengah Tekanan Global
Ilustrasi kurs dollar AS (USD) terhadap rupiah (IDR) hari ini. (KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA)
18:32
3 Januari 2026

Dollar AS Menguat, Rupiah Bertahan di Tengah Tekanan Global

– Penguatan dolar AS di pasar global belum mendorong pelemahan tajam nilai tukar rupiah pada awal 2026. Bank Indonesia mencatat, hingga penutupan perdagangan Rabu (31/12/2025), rupiah berada di level bid Rp 16.670 per dollar AS.

Pada periode yang sama, indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat ke level 98,32. Selain itu, yield US Treasury Note tenor 10 tahun naik ke level 4,167 persen, mencerminkan tekanan global yang masih berlangsung di pasar keuangan internasional.

Meski demikian, respons pasar domestik dinilai relatif terjaga. Yield SBN tenor 10 tahun justru turun ke level 6,05 persen pada akhir 2025 dan tercatat relatif stabil di 6,04 persen pada pagi hari Jumat (2/1/2026). Pada pembukaan perdagangan hari yang sama, rupiah dibuka di level bid Rp 16.680 per dollar AS.

Dari sisi persepsi risiko, premi CDS Indonesia tenor lima tahun turun menjadi 67,78 basis poin per 1 Januari 2026, dibandingkan posisi 26 Desember 2025 yang sebesar 69,95 basis poin. Penurunan ini mencerminkan pandangan investor terhadap risiko Indonesia yang relatif terjaga di tengah tekanan global.

Bank Indonesia juga mencatat adanya aliran masuk modal asing pada penghujung 2025. Berdasarkan data transaksi 29–31 Desember 2025, nonresiden mencatatkan beli neto Rp 2,43 triliun di pasar keuangan domestik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, stabilitas tersebut merupakan hasil respons kebijakan yang terus dioptimalkan.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” katanya di Jakarta, dikutip Sabtu (3/1/2026).

Tag:  #dollar #menguat #rupiah #bertahan #tengah #tekanan #global

KOMENTAR