Harga Aluminium Tembus 3.000 Dollar AS per Ton, Tertinggi sejak 2022
Harga aluminium menembus level 3.000 dollar AS per ton untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Kenaikan ini dipicu oleh prospek pasokan global yang semakin ketat serta ekspektasi permintaan jangka panjang yang tetap solid.(freepik.com)
22:28
2 Januari 2026

Harga Aluminium Tembus 3.000 Dollar AS per Ton, Tertinggi sejak 2022

– Harga aluminium menembus level 3.000 dollar AS per ton untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Kenaikan ini dipicu oleh prospek pasokan global yang semakin ketat serta ekspektasi permintaan jangka panjang yang tetap solid.

Mengutip Bloomberg, Jumat (2/1/2026), lonjakan harga aluminium terjadi seiring pembatasan kapasitas peleburan di China dan terbatasnya produksi di Eropa akibat tingginya harga listrik. Kondisi tersebut menggerus persediaan global aluminium.

Di sisi permintaan, sektor konstruksi dan energi terbarukan masih menunjukkan prospek yang kuat. Sepanjang tahun lalu, harga aluminium berjangka tercatat naik 17 persen, menjadi kenaikan tahunan terbesar sejak 2021.

Kenaikan aluminium sejalan dengan pergerakan logam dasar lainnya. Harga tembaga kembali menguat pada Jumat setelah mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sejak 2009, seiring pasokan yang ketat.

Sementara itu, harga nikel melonjak setelah PT Vale Indonesia menghentikan aktivitas penambangan akibat keterlambatan persetujuan rencana kerja dari otoritas.

Harga tembaga sempat mencetak serangkaian rekor tertinggi sepanjang masa pada akhir tahun lalu, menjadikannya logam dengan kinerja terbaik di antara enam logam industri di London Metal Exchange (LME).

Sepanjang 2025, sejumlah tambang di Indonesia, Chile, hingga Republik Demokratik Kongo mengalami kecelakaan, sementara kekhawatiran tarif mendorong pelaku pasar meningkatkan pengiriman ke Amerika Serikat.

Pada perdagangan terakhir, harga tembaga naik 0,5 persen menjadi 12.487,00 dollar AS per ton pada pukul 17.31 waktu Singapura, setelah turun 1,1 persen pada sesi sebelumnya.

Harga aluminium naik 0,4 persen ke level 3.008,00 dollar AS per ton dan berada di jalur kenaikan tiga hari berturut-turut.

Sementara itu, harga nikel menguat 1,2 persen menjadi 16.845,00 dollar AS per ton, setelah mencatatkan kenaikan bulanan terbesar pada Desember sejak April 2024.

PT Vale Indonesia menyatakan persetujuan rencana kerjanya diperkirakan akan segera terbit dan keterlambatan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap keberlanjutan operasional perusahaan.

Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati pasokan, terutama setelah Indonesia menyatakan rencana pemangkasan produksi tahun ini.

Di sisi lain, harga bijih besi berjangka di Singapura naik 0,3 persen menjadi 105,65 dollar AS per ton. Pasar China tercatat tutup karena hari libur nasional.

Tag:  #harga #aluminium #tembus #3000 #dollar #tertinggi #sejak #2022

KOMENTAR