IHSG Sumringah di Tahun Baru, Melesat ke Level 8.700
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
17:07
2 Januari 2026

IHSG Sumringah di Tahun Baru, Melesat ke Level 8.700

Baca 10 detik
  • IHSG ditutup menguat 1,17 persen pada Jumat, 2 Januari 2026, didorong sektor transportasi, sementara sektor keuangan terkoreksi.
  • Nilai tukar rupiah melemah ke Rp16.725 per dolar AS di pasar spot karena penguatan dolar Amerika Serikat terhadap mata uang Asia.
  • Indikator teknikal mengindikasikan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level psikologis 8.800, berdasarkan Stochastic RSI dan MACD.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan tahun 2026 dengan kinerja positif, di mana ditutup menguat pada, Jumat, 2 Januari 2026.

Phintraco Sekuritas mengungkakan, IHSG mengakhiri sesi di level 8.748, naik 1,17 persen. Penguatan indeks didorong oleh kenaikan signifikan saham-saham sektor transportasi, yang menjadi sektor dengan penguatan terbesar pada perdagangan hari ini.

Sebaliknya, sektor keuangan mencatatkan koreksi terdalam dan menjadi penahan laju indeks.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto] PerbesarPengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp16.725 per dolar AS di pasar spot pada Jumat (2/1). Pelemahan rupiah terjadi seiring dengan tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar AS.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai indikator Stochastic RSI IHSG masih melanjutkan penguatan di area pivot. Kondisi ini diperkuat oleh penyempitan histogram negatif MACD yang berlanjut, serta peningkatan volume beli di pasar reguler.

Dengan sinyal teknikal tersebut, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan dan berpotensi menuju level tertinggi baru dengan menguji level psikologis 8.800. Adapun level support berada di 8.600, pivot di 8.700, dan resistance di 8.800.

Dari sisi makroekonomi, Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia tercatat turun ke level 51,2 pada Desember 2025 dari 53,3 pada November 2025, serta berada di bawah estimasi 53,6.

Meski melemah, indeks ini masih menunjukkan ekspansi sektor manufaktur selama lima bulan berturut-turut. Perlambatan dipicu oleh pertumbuhan pesanan baru yang melambat, meski tetap berada di zona ekspansi.

Pada pekan depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data neraca perdagangan dan inflasi, yang berpotensi menjadi katalis pergerakan IHSG selanjutnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan total dana pemerintah yang ditempatkan di perbankan mencapai Rp 276 triliun, dengan Rp 75 triliun di antaranya telah ditarik untuk kebutuhan belanja rutin kementerian dan lembaga.

Penarikan dana ini dilakukan karena dampak kebijakan terhadap pertumbuhan kredit perbankan masih di bawah estimasi.

Phintraco Sekuritas mencatat pertumbuhan kredit perbankan masih stabil di kisaran 7 persen, yang diperkirakan dipengaruhi oleh suku bunga kredit perbankan yang masih bertahan di sekitar 8,96 persen per November 2025, meskipun BI Rate berada di level 4,75 persen.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 48,83 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 22,15 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,07 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 508 saham bergerak naik, sedangkan 206 saham mengalami penurunan, dan 244 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, LEAD, PJHB, VICI, HUMI, TRUE, LION, TMAS, BULL, ARKO, MINA, EPI.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, GMTD, LMAX, CINT, PUDP, AWAN, LPGI, MRAT, TEBE, ARTA, SKBM, ASBI.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #ihsg #sumringah #tahun #baru #melesat #level #8700

KOMENTAR