Bos BEI Targetkan 2 Juta Investor Baru di 2026
- Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan penambahan sebanyak 2 juta investor baru di sepanjang 2026.
Seiring dengan itu, BEI juga membidik penambahan 50 perusahaan tercatat baru pada tahun ini.
Target tersebut disampaikan Direktur Utama BEI, Iman Rachman, saat pembukaan perdagangan bursa tahun 2026, Jumat (2/1/2025).
Ia mengatakan, pada tahun ini BEI akan melanjutkan pembangunan pasar modal yang lebih kuat, inklusif, dan berkontribusi bagi perekonomian nasional.
BEI pun akan terus mendorong edukasi pasar modal kepada masyarakat.
"BEI terus memanfaatkan berbagai hal dan kanal distribusi informasi untuk mencapai target pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia, sebanyak 2 juta investor baru di tahun 2026," ujar Iman.
Menurutnya, BEI telah menyiapkan peta jalan pengembangan bursa melalui Master Plan BEI 2026-2030, yang dirancang untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mendorong daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.
Melalui strategi tersebut, dia berharap Indonesia mampu masuk ke jajaran top 10 bursa dunia, yang memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional.
"Harapannya Indonesia dapat masuk ke jajaran top 10 bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi, sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional," ucapnya.
Untuk mendukung target tersebut, Iman bilang, BEI telah menetapkan sejumlah asumsi dan target pertumbuhan berdasarkan kondisi makroekonomi nasional dan global.
Pada 2026, BEI mengasumsikan nilai Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) mencapai Rp15 triliun.
Dari sisi pencatatan efek, ditargetkan 555 pencatatan efek sepanjang 2026, termasuk di dalamnya 50 saham baru yang diharapkan dapat memperdalam pasar dan meningkatkan likuiditas.
Iman pun menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari emiten, anggota bursa, hingga regulator, agar target pertumbuhan tersebut dapat tercapai.
"Kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Master Plan BEI 2026-2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia," ucapnya.
Untuk diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan tahun 2026 dengan pergerakan positif.
Di awal sesi, indeks menguat 28,49 poin atau 0,33 persen ke level 8.675,43.
Saat pembukaan IHSG berada di level 8.676,74, lalu bergerak dalam rentang 8.664,98 hingga 8.697,60.
Penguatan indeks ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau, dengan 339 saham menguat, 200 saham melemah, dan 171 saham stagnan.
Volume perdagangan mencapai 4,84 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,47 triliun, serta frekuensi transaksi sebanyak 344.546 kali.
Adapun, kapitalisasi pasar saat pembukaan perdana di tahun ini tercatat di angka Rp 15.939,05 triliun.
Tag: #targetkan #juta #investor #baru #2026